Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti resmi melantik Mal Isnaini S. Meyyanti sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial (DKMP) pada Selasa, 15 September 2026. Sebelum mengemban jabatan barunya di DKMP, Mal Isnaini tercatat menduduki posisi sebagai Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola di lingkungan bank sentral.
Pelantikan ini diselenggarakan sebagai bagian integral dari penguatan organisasi Bank Indonesia. Penataan dan penyegaran struktur tersebut bertujuan memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas bank sentral, baik dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan maupun dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Penguatan Tata Kelola dan Kepemimpinan
Dalam arahannya saat upacara pelantikan, Destry Damayanti menegaskan bahwa perluasan mandat yang diemban Bank Indonesia harus diimbangi dengan peningkatan tanggung jawab kelembagaan, tata kelola, dan kualitas kepemimpinan. Seiring dengan dinamika tersebut, koordinasi dan sinergi bersama mitra-mitra strategis perlu terus diperkokoh agar institusi dapat berjalan beriringan serta saling melengkapi sesuai dengan kewenangan masing-masing.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Destry juga meminta jajaran pimpinan Bank Indonesia untuk memegang teguh tiga prinsip dasar dalam menjalankan setiap amanat tugas, yaitu berdampak nyata, inklusif, dan terintegrasi. Ketiga prinsip kerja tersebut harus diwujudkan secara konsisten melalui jalinan sinergi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan.
Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif
Lebih lanjut, para pemimpin di lingkungan Bank Indonesia diharapkan mampu menerapkan pola kepemimpinan yang inklusif. Gaya kepemimpinan ini ditandai dengan keterbukaan terhadap berbagai pandangan dan gagasan serta pemberian ruang yang seluas-luasnya bagi seluruh anggota organisasi untuk berpartisipasi dan berkontribusi secara optimal.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Destry menegaskan kembali bahwa penguatan kelembagaan, mutu kepemimpinan, dan sinergi lintas pihak merupakan fondasi yang sangat penting bagi Bank Indonesia. Fondasi yang kokoh tersebut menjadi landasan utama bagi bank sentral untuk menuntaskan mandat kelembagaannya sekaligus menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia.






