Presiden Prabowo Subianto memberikan respons tegas terkait laporan adanya korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tetap dikejar rentenir di tengah situasi bencana. Laporan tersebut mencuat saat penanganan pascagempa berlangsung di wilayah tersebut.
Dalam rapat koordinasi penanganan gempa yang dipimpin langsung oleh Presiden di Nagekeo, NTT, pada Rabu (26/8/2026), Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menyampaikan keluhan mengenai praktik pinjaman yang menekan warganya. Melki mengungkapkan bahwa cukup banyak masyarakat yang terjerat pinjaman dari rentenir dengan kedok koperasi harian.
Menurut Melki, sejumlah koperasi harian tersebut tetap gencar menagih dan mengejar para penyintas bencana untuk segera melunasi kewajiban pembayaran mereka, kendati kondisi ekonomi dan tempat tinggal warga sedang terdampak gempa bumi.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Menanggapi aduan dari Gubernur NTT, Presiden Prabowo menegaskan agar para pihak penagih tersebut diminta berhadapan langsung dengan jajaran pimpinan keamanan setempat serta dirinya.
"Ya, nanti, suruh (rentenir) menghadap saya mintanya. Itu rentenir-rentenir suruh menghadap... Tapi sebelum menghadap saya, menghadap Kapolda (NTT), Pangdam (Udayana), ya," kata Prabowo.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Agenda kunjungan kerja Presiden di Nagekeo diawali dengan memimpin rapat koordinasi penanganan bencana bersama jajaran menteri dan kepala lembaga, yang dilanjutkan dengan meninjau langsung para pengungsi di posko pengungsian.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kapolri Jenderal Sigit Prabowo.






