Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta masyarakat untuk menghentikan aksi perundungan di media sosial terhadap dua siswi korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo. Kedua korban tersebut, yakni Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba, saat ini telah dibawa ke Jakarta guna menjalani perawatan intensif demi mendukung proses penyembuhan mereka.
Bobby menegaskan bahwa perlindungan psikologis sangat krusial bagi kedua korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang memuat empat poin evaluasi, ditemukan indikasi bahwa kondisi mental salah satu korban terganggu akibat dampak perundungan siber (cyberbullying). Korban dituding hanya mencari perhatian di jagat maya, padahal mereka tengah berjuang memulihkan kondisi fisik dan kesehatannya.
Pemulihan Trauma dan Imbauan Pembatasan Medsos
Menindaklanjuti tekanan psikologis yang dialami korban di ruang digital, kedua korban telah diminta untuk tidak mengakses atau bermain media sosial untuk sementara waktu. Langkah ini diambil agar mereka dapat berfokus sepenuhnya pada pemulihan fisik maupun trauma tanpa terganggu opini negatif dari luar.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Bobby mengingatkan bahwa dukungan moril dari masyarakat jauh lebih dibutuhkan oleh anak-anak tersebut ketimbang komentar yang menyudutkan atau memperburuk stabilitas mental korban.
Dirujuk ke Jakarta atas Permintaan Wapres Gibran
Keberangkatan Agnesia dan Febiona ke Jakarta dilakukan atas permintaan langsung dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Rujukan ini bertujuan agar proses penyembuhan kedua siswi tersebut dapat dipantau dan dimonitor secara langsung oleh pihak Wakil Presiden.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bobby menjelaskan bahwa secara kompetensi, tim medis yang menangani korban di Medan sebenarnya sangat mumpuni. Namun, pertimbangan khusus diberikan kepada korban yang memiliki indikasi medis serta tingkat trauma yang lebih tinggi dibanding pasien lainnya. Atas dasar itulah Wakil Presiden meminta agar kedua korban dengan kondisi medis dan trauma yang lebih berat segera diterbangkan ke Jakarta guna mendapatkan penanganan langsung.






