Pemerintah Provinsi Banten terus memantau secara intensif aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada status Level III (Siaga). Peningkatan aktivitas gunung api tersebut menyebabkan sebaran abu vulkanik terbawa oleh hembusan angin hingga menjangkau sejumlah wilayah di Banten dan Jawa Barat.
Menyikapi dampak sebaran debu vulkanik tersebut, Gubernur Banten Andra Soni mengimbau masyarakat yang berada di kawasan terdampak untuk selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Langkah perlindungan diri ini penting dilakukan guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik yang melanda area pemukiman.
Andra Soni menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan pemantauan perkembangan situasi secara berkala. BPBD Banten juga aktif berkoordinasi dengan pihak pemantau gunung api di Bandung terkait dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau serta pergerakan arah sebaran abu vulkanik di lapangan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tertanggal 5 September 2026, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tercatat masih berada pada Level III (Siaga). Pengamatan visual dan kegempaan menunjukkan terjadinya aktivitas erupsi menerus yang disertai dengan lontaran material vulkanik, kemunculan air mancur lava atau lava fountain, dentuman suara gemuruh, hingga kejadian hujan abu.
Mengingat potensi bahaya yang masih berlangsung, Badan Geologi mengeluarkan arahan keselamatan bagi warga di sekitar kawasan perairan Selat Sunda. Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan dilarang keras mendekati dan melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain mematuhi rekomendasi zona bahaya dan mengenakan masker, warga diimbau untuk menyikapi informasi secara bijak. Masyarakat diminta tidak mudah memercayai kabar yang beredar luas di media sosial dan selalu memastikan bahwa informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau bersumber dari rilis resmi instansi berwenang.






