Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah Selat Sunda mengalami peningkatan dengan terjadinya erupsi menerus. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dirilis melalui situs magma.esdm.go.id, rangkaian erupsi ini telah berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan masih berlanjut hingga periode pelaporan Sabtu, 5 September 2026.
Erupsi tersebut memicu kemunculan lava pijar bertipe air mancur (lava fountain) yang disertai dengan suara gemuruh. Getaran dan suara dentuman akibat letusan tersebut dilaporkan terdengar hingga ke Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Pasauran yang berlokasi di Kabupaten Serang.
Hasil Pengamatan Visual dan Kerusakan Alat Pantau
Dalam laporan pengamatan visual periode Sabtu (5/9/2026) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, kondisi Gunung Anak Krakatau dilaporkan terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Selama rentang waktu pengamatan tersebut, asap kawah utama tidak teramati membubung dari puncak.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Di sisi lain, intensitas lontaran material vulkanik berdampak langsung pada fasilitas pemantauan di sekitar lokasi. Kamera pemantau (CCTV) pengamatan yang dipasang di lapangan dinyatakan tidak berfungsi atau off akibat terkena hantaman material lontaran erupsi.
Rekaman Kegempaan dan Imbauan Radius Bahaya
Berdasarkan pengamatan kegempaan yang dicatat oleh PVMBG pada periode enam jam yang sama, terekam satu kali gempa letusan atau erupsi. Gempa letusan ini tercatat memiliki amplitudo 70 mm dengan durasi mencapai 21.600 detik, yang mengonfirmasi adanya aktivitas erupsi secara terus-menerus.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih ditetapkan pada Level III (Siaga). PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta para pendaki agar mematuhi zona bahaya yang telah ditentukan.
Masyarakat dilarang mendekati area Gunung Anak Krakatau maupun melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif demi menjaga keselamatan dari potensi bahaya erupsi.






