Gunung Ili Lewotolok yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami erupsi pada Jumat (11/9/2026) dini hari. Aktivitas vulkanis yang disertai dentuman kuat tersebut memuntahkan kolom abu setinggi 600 meter di atas puncak gunung.
Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian ESDM melalui akun Threads resminya, erupsi Gunung Ili Lewotolok tercatat terjadi pada pukul 02.21 WITA. Kolom abu vulkanis yang keluar dari kawah teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal yang bergerak condong ke arah barat.
Selain pengamatan visual, rekaman seismogram menunjukkan erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 40 mm dengan durasi letusan berlangsung selama kurang lebih 1 menit 34 detik. Dentuman kuat yang menyertai letusan tersebut bahkan menimbulkan getaran yang dapat dirasakan langsung di bangunan sekitar pos pengamatan gunung api.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Status Waspada dan Radius Bahaya
Badan Geologi menyatakan tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok saat ini berada pada Level II atau Waspada. Sehubungan dengan status tersebut, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah imbauan dan rekomendasi demi keselamatan warga di sekitar area gunung api.
Masyarakat maupun wisatawan diminta untuk tidak memasuki serta tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam wilayah radius bahaya 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Selain itu, batas larangan aktivitas diperluas hingga radius 3 kilometer untuk sektor selatan dan tenggara.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Potensi Ancaman Bahaya Lanjutan
Di samping lontaran material abu vulkanis, Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi bahaya lain dari aktivitas vulkanis Gunung Ili Lewotolok. Potensi ancaman tersebut meliputi guguran atau longsoran lava serta awan panas guguran.
Kewaspadaan terhadap potensi ancaman longsoran lava dan awan panas ini difokuskan pada beberapa area rawan, yakni sektor selatan, tenggara, barat, serta sektor timur laut dari kawah Gunung Ili Lewotolok.






