Aktivitas vulkanik kembali dilaporkan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunung Ili Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata mengalami erupsi pada Minggu, 6 September 2026, pukul 21:37 WITA, dengan tinggi kolom abu vulkanik teramati membubung hingga sekitar 500 meter di atas puncak gunung.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Badan Geologi melalui akun X resminya, erupsi tersebut tercatat pada instrumen pemantau seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 40 mm dan durasi erupsi berlangsung selama 32 detik.
Rekomendasi Radius dan Zona Bahaya
Menindaklanjuti peristiwa letusan tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok, para pendaki, maupun wisatawan untuk tidak mendekat dan tidak melakukan aktivitas di dalam area berbahaya. Zona terlarang ditetapkan di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung, serta perluasan sektoral sejauh 3 kilometer ke arah selatan dan tenggara dari pusat kawah.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain semburan abu vulkanik, masyarakat setempat juga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman bahaya susulan. Potensi bahaya tersebut meliputi guguran atau longsoran lava serta awan panas yang dapat meluncur ke beberapa area lereng, khususnya pada sektor selatan, tenggara, barat, serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok.
Imbauan Kesehatan dan Perlindungan Pasokan Air
Untuk mengantisipasi bahaya dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, warga yang bermukim di sekitar lereng Gunung Ili Lewotolok diimbau untuk memakai masker penutup hidung dan mulut serta alat pelindung diri lainnya guna menjaga mata dan kulit. Langkah ini ditekankan guna mencegah timbulnya gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta masalah kesehatan lainnya akibat paparan partikel abu.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Di samping perlindungan diri, warga juga diingatkan untuk segera menutup seluruh fasilitas atau tempat penampungan air bersih di rumah masing-masing agar pasokan air tidak tercemar oleh sebaran material abu vulkanik.






