Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat. Gunung api berketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut tersebut mengalami erupsi yang disertai suara dentuman.
Berdasarkan laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, peristiwa letusan tersebut terjadi pada pukul 22.18 WIB. Secara visual, kolom letusan tidak teramati langsung saat kejadian berlangsung.
Rekaman seismograf mencatat peristiwa erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 25 milimeter dengan durasi gempa letusan sekitar 128 detik. Meski suara gemuruh terdengar, petugas mengonfirmasi bahwa tidak ada laporan kerusakan maupun dampak merugikan yang timbul di pemukiman warga akibat dentuman tersebut.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Petugas dan pihak berwenang terus mengimbau masyarakat di sekitar lereng Semeru agar tetap waspada dan mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan.
Rekomendasi Zona Aman dan Bahaya
Masyarakat diinstruksikan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak pusat erupsi. Selain area tersebut, aktivitas warga dilarang dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya potensi bahaya perluasan awan panas guguran dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Zona larangan beraktivitas juga berlaku dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru guna mengantisipasi ancaman bahaya lontaran batu pijar.
Pihak berwenang, termasuk Isnugroho dari jajaran penanggulangan bencana, turut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, serta banjir lahar hujan di sepanjang lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Area yang menjadi perhatian utama meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai di sepanjang jalur Besuk Kobokan.






