PT Leyand International Tbk (LAPD) bersiap menggelar aksi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2 miliar saham baru. Melalui aksi korporasi ini, perseroan memperkirakan potensi penghimpunan dana maksimal mencapai Rp100 miliar dengan indikasi harga pelaksanaan sebesar Rp50 per saham.
Kendati demikian, rasio penerbitan dan harga pelaksanaan definitif rights issue saat ini belum diumumkan secara resmi. Seluruh perolehan dana dari emisi saham baru tersebut rencananya akan dialokasikan untuk modal kerja dan ekspansi usaha, termasuk pemenuhan kebutuhan operasional, pelaksanaan kontrak kerja, serta agenda perawatan maupun penambahan unit alat operasional.
Dalam rencana tersebut, JSI Sinergi Mas selaku pemegang saham pengendali perseroan dengan kepemilikan 51 persen menyatakan kesiapan menyerap seluruh haknya. JSI Sinergi Mas akan mengeksekusi 1 miliar hak yang dimiliki melalui mekanisme inbreng atau setoran non-tunai, yakni dengan menyerahkan 99,99 persen saham miliknya di Bersaudara Sinergi Sejahtera yang bernilai Rp44 miliar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Agenda penerbitan saham baru ini masih bergantung pada persetujuan para pemegang saham independen. Perseroan menjadwalkan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Oktober 2026 untuk mengesahkan rencana rights issue tersebut.
Langkah rights issue ini menjadi kelanjutan aksi korporasi LAPD setelah resmi berpindah kepemilikan. JSI Sinergi Mas menuntaskan akuisisi pengendalian atas perseroan pada 10 November 2025 dengan membeli 2,08 miliar saham LAPD dari pemegang saham lama, termasuk Layman Holdings Pte Ltd dan beberapa pemegang saham perorangan.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Setelah pengambilalihan, pengendali baru melakukan penyesuaian porsi dengan menjual sebagian kepemilikan (sell-down) sebanyak 57,5 juta saham kepada publik melalui pasar sekunder. Transaksi tersebut menetapkan kepemilikan bersih JSI Sinergi Mas di angka 2,02 miliar saham atau setara 51 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh.
Sesuai regulasi pasar modal, pengendali baru juga telah menyelesaikan tahapan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) bagi saham publik yang berlangsung selama 30 hari pada 28 Februari 2026 hingga 29 Maret 2026. Harga penawaran tender wajib tersebut dipatok pada level Rp51 per saham dengan nilai transaksi maksimal Rp84,2 miliar.






