Peluang ekonomi produktif kini tidak lagi hanya berpusat di kawasan perkotaan. Melalui pergeseran fokus pembangunan ekonomi bawah, generasi muda di pedesaan didorong untuk mengambil peran utama sebagai penggerak usaha lokal hingga pasar mancanegara.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah menghadiri kegiatan Kick Off Festival Duta Desa Gen Z yang digelar di Alun-alun Kramatwatu, Kabupaten Serang. Mengusung tagline "Tajir Melintir dari Desa", agenda ini dirancang untuk memacu lahirnya wirausahawan muda dari tingkat desa.
Yandri menjelaskan bahwa kementeriannya mengusung agenda 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia. Inisiatif tersebut merupakan turunan dari Asta Cita ke-6 yang berfokus membangun dari desa dan dari bawah guna mencapai pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. Program Duta Desa Gen Z dan Pemuda Pelopor Desa menjadi bagian langsung dari kerangka aksi tersebut.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Peluang Beasiswa dan Ekspor ke 49 Negara
Untuk membuka akses kompetensi global, Kemendes PDT menyediakan program pengiriman Pemuda Pelopor Desa ke Jepang. Peserta yang terpilih berkesempatan untuk belajar sekaligus bekerja dengan fasilitas beasiswa hingga Rp300 juta serta perolehan gaji selama program berlangsung.
Di sektor niaga, kementerian meluncurkan program Desa Ekspor yang mengajak kalangan Gen Z menggali komoditas dan potensi lokal desa agar mampu menembus pasar internasional. Kemendes PDT telah menyiapkan 49 negara tujuan ekspor untuk menyerap produk-produk yang dikembangkan para pemuda desa. Skema ini sekaligus berjalan beriringan dengan penguatan Desa Wisata dan Desa Tematik guna menopang program Makan Bergizi Gratis.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah menyampaikan bahwa program Duta Desa Gen Z membuka ruang konkret untuk menjaring, mengedukasi, dan mengonsolidasikan pemuda desa agar tumbuh menjadi juara lokal yang berdaya saing global.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengendali Pembangunan dan Investigasi Khusus Aris Marsudiyanto turut mengampanyekan gerakan "Jempol Baik". Gerakan ini mengajak masyarakat, khususnya anak muda, agar memanfaatkan ruang digital dan media sosial secara bijak dengan menyebarkan kabar positif serta menghindari hoaks. Rangkaian puncak festival di Serang tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan penyanyi Charly van Houten.






