Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memasukkan lima saham ke dalam radar pengawasan Unusual Market Activity (UMA) terhitung sejak Kamis (27/8/2026). Langkah pengawasan ketat ini diambil regulator menyusul adanya pergerakan harga saham yang dinilai naik di luar batas kewajaran.
Kelima saham yang dipantau ketat oleh bursa tersebut meliputi PT Perdana Gapuraprima Tbk. (GPRA), PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. (LIFE), PT Charnic Capital Tbk. (NICK), PT Golden Flower Tbk. (POLU), dan PT Prima Globalindo Logistik Tbk. (PPGL).
Lonjakan tajam terjadi pada saham NICK yang melonjak 24,92% ke level Rp1.930 per saham pada penutupan perdagangan. Penguatan signifikan ini memperpanjang tren kenaikan emiten investasi tersebut, dengan akumulasi reli mencapai 90,15% dalam kurun waktu satu bulan dan melesat 58,2% secara year to date (YTD).
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kenaikan agresif juga dibukukan oleh saham LIFE yang terapresiasi 19,82% hingga menyentuh harga Rp8.150 per saham. Saham emiten asuransi jiwa ini tercatat mengalami peningkatan sebesar 42,98% dalam periode perdagangan bulanan, serta tumbuh 3,82% secara YTD.
Sementara itu, saham GPRA terpantau stagnan di posisi Rp109 per saham hingga pukul 16.00 WIB pada perdagangan kemarin. Walaupun pergerakan hariannya tertahan, saham emiten properti ini tetap mencatat lonjakan 6,86% dalam sebulan terakhir, kendati kinerjanya secara tahun berjalan masih terkontraksi 24,31%.
Untuk saham POLU dan PPGL, otoritas bursa turut menerapkan pemantauan khusus akibat pola pergerakan harga yang terindikasi tidak wajar dalam beberapa waktu terakhir.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

BEI menegaskan bahwa penetapan status UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Kendati demikian, status ini menjadi peringatan resmi agar para pelaku pasar mencermati keterbukaan informasi, menimbang kinerja fundamental emiten, serta mempertimbangkan rencana aksi korporasi sebelum melakukan transaksi.
Di tengah dinamika bursa saat ini, sejumlah saham lain di luar daftar UMA tersebut juga mencatatkan penguatan harga yang signifikan dalam kurun waktu satu bulan, di antaranya saham PICO yang melesat 62,6% serta FPNI yang naik 50,49%.






