Pasar aset kripto mengalami pergerakan positif setelah harga Bitcoin berhasil melonjak sebesar 22 persen dalam kurun waktu sepekan. Pada penutupan perdagangan, koin digital terkemuka ini bertengger di level US$ 76.943,90 atau setara dengan Rp 1,3 miliar, dengan mengacu pada asumsi nilai tukar kurs sebesar Rp 17.694 per dolar AS. Lonjakan ini mencerminkan kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan posisi pada awal pekan sebelumnya, saat harga Bitcoin masih berada di kisaran US$ 62.800 atau sekitar Rp 1,1 miliar.
Kenaikan harga Bitcoin dalam sepekan terakhir tersebut dipicu oleh dinamika yang terjadi di pasar obligasi Amerika Serikat. Imbal hasil obligasi pemerintah AS dilaporkan mengalami penurunan tajam menyusul langkah Departemen Keuangan AS. Otoritas keuangan Amerika Serikat tersebut mengambil kebijakan untuk memperbesar aksi pembelian kembali atau buyback atas surat utang pemerintah jangka panjang, yang kemudian menekan imbal hasil obligasi pemerintah di pasar.
Selain pengaruh dari kebijakan pembelian kembali utang di pasar obligasi, optimisme pelaku pasar kripto turut didorong oleh perkembangan regulasi di Amerika Serikat. Gedung Putih bersama dengan para pemimpin industri kripto tengah mendorong penyelesaian CLARITY Act dalam beberapa pekan mendatang. Langkah penyelesaian regulasi tersebut ditujukan guna memberikan kepastian hukum yang jelas bagi ekosistem aset digital secara berkelanjutan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penguatan tajam pada harga Bitcoin tidak hanya terjadi pada pasar koin digital, tetapi juga memberikan dampak positif langsung pada pergerakan saham perusahaan terkait kripto di bursa saham. Kenaikan harga aset digital tersebut ikut mengerek saham bursa kripto Coinbase yang mencatatkan kenaikan sebesar 8 persen. Pada saat yang sama, saham Strategy juga mengalami penguatan dengan bertambah sebesar 6 persen.
Kendati membukukan reli harga mingguan yang cukup tinggi, posisi penutupan Bitcoin di level US$ 76.943,90 masih berada cukup jauh dari level tertinggi yang pernah dicapai sepanjang tahun 2026. Level tertinggi Bitcoin pada tahun 2026 tercatat sebesar US$ 94.820 yang berhasil dicapai pada pertengahan Januari. Selain itu, harga saat ini juga masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa Bitcoin yang pernah menyentuh level US$ 126.198 pada 6 Oktober 2025.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Di tengah pemulihan harga yang sedang berlangsung, proyeksi pergerakan pasar ke depan tetap memperhitungkan kemungkinan koreksi harga. Pendiri sekaligus Managing Partner Token Bay Capital, Lucy Gazmararian, memperkirakan bahwa pasar Bitcoin masih berpotensi mengalami penurunan terakhir sekitar 20 persen lagi sebelum beralih memasuki fase bullish. Berdasarkan keterangannya yang dikutip dari CNBC pada Sabtu, 22 Agustus 2026, potensi penurunan tersebut dinilai wajar agar pergerakan harga tetap sesuai dengan siklus historis pasar kripto pada periode-periode sebelumnya.






