Pergerakan pasar kripto menunjukkan dinamika kontras di awal September 2026. Di tengah koreksi harga Bitcoin yang sempat merosot dari kisaran 81.200 dolar AS ke bawah 79.000 dolar AS, arus modal institusional ke instrumen exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat justru mencatatkan performa positif.
Berdasarkan data SoSoValue, arus dana masuk (inflow) ke ETF Bitcoin spot mencapai sekitar 3,8 miliar dolar AS selama tiga pekan perdagangan berturut-turut, terhitung sejak 17 Agustus hingga 4 September 2026. Aliran dana tersebut turut menopang total aset bersih ETF Bitcoin spot di pasar AS hingga berada di kisaran 101,3 miliar dolar AS.
Pantauan data CoinGecko pada Selasa (8/9/2026) mencatat Bitcoin diperdagangkan pada rentang 78.200 hingga 79.600 dolar AS. Penurunan harga spot ini berlangsung bersamaan dengan akumulasi bertahap oleh pelaku pasar melalui produk ETF terdaftar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Faktor Penggerak dan Sentimen Makroekonomi
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, menjelaskan bahwa konsistensi aliran dana masuk pada ETF merupakan salah satu indikator penting dalam membaca tingkat permintaan terhadap Bitcoin. Meski demikian, arah pasar kripto jangka pendek masih dibayangi berbagai rilis indikator makroekonomi utama dari AS.
Pasar aset digital tengah mengantisipasi rilis data indeks harga produsen (PPI) pada 10 September 2026 serta indeks harga konsumen (CPI) pada 11 September 2026. Kedua indikator inflasi ini akan menjadi acuan penting sebelum pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada 15–16 September 2026.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Materi analisis INDODAX mencatat ekspektasi pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin berada di angka 58,4 persen, sementara peluang suku bunga bertahan tanpa perubahan berada di posisi 41,6 persen. Proyeksi ini terbentuk setelah rilis data ketenagakerjaan AS bulan Agustus yang mencatat penambahan 162.000 lapangan kerja dengan tingkat pengangguran sebesar 4,1 persen.
Menghadapi tingginya volatilitas dan padatnya agenda ekonomi global, Aloysia mengingatkan para pelaku pasar untuk tetap berhati-hati. Investor disarankan mencermati keseluruhan indikator makro dan teknikal secara komprehensif, menjalankan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR), serta tidak bertumpu hanya pada satu data dalam mengambil keputusan investasi.






