Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah tertekan di tengah lonjakan harga komoditas energi global. Pada penutupan perdagangan Jumat (11/9/2026), IHSG melemah 47,96 poin atau 0,73 persen ke level 6.541,38. Pelemahan serupa terjadi pada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang turun 6,26 poin (0,95 persen) ke posisi 649,72.
Tekanan pasar saham dipicu oleh eskalasi konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah yang mendorong harga minyak mentah dunia menembus level di atas 100 dolar AS per barel. Ketidakpastian geopolitik semakin tinggi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran diperkirakan tidak akan usai sebelum pemilihan paruh waktu pada November 2026. Pejabat tinggi AS bahkan memberi peringatan bahwa konflik berpotensi berlanjut hingga akhir masa jabatan presiden pada Januari 2029, sehingga membatasi peluang penurunan harga minyak dalam waktu dekat.
Selain lonjakan harga energi, sentimen negatif pasar global diperberat oleh rilis data inflasi produsen di Amerika Serikat. Data PPI Final Demand AS tercatat naik dari 0,1 persen secara bulanan (mtm) menjadi 0,4 persen mtm, serta meningkat dari 4,3 persen secara tahunan (yoy) menjadi 4,6 persen yoy. Kenaikan tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap rencana kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed pada 16 September 2026 mendatang.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Di tingkat domestik, Bank Indonesia merilis data Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 yang tumbuh 1,1 persen yoy. Angka ini menunjukkan perbaikan dibandingkan kinerja Juni 2026 yang sempat terkontraksi sebesar 3,0 persen yoy. Kendati demikian, capaian positif dari sektor riil tersebut belum cukup menahan laju pelemahan indeks di pasar modal.
Sepanjang perdagangan akhir pekan, seluruh sebelas sektor di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona merah. Sektor barang konsumen nonprimer mengalami koreksi terdalam sebesar 1,38 persen, disusul sektor transportasi dan logistik yang turun 1,26 persen, serta sektor infrastruktur yang terpangkas 1,20 persen.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Aktivitas bursa mencatatkan frekuensi transaksi sebanyak 1.916.000 kali dengan volume perdagangan mencapai 28,59 miliar lembar saham senilai Rp 14,66 triliun. Sebanyak 471 saham ditutup melemah, 197 saham berhasil menguat, dan 295 saham lainnya bergerak stagnan.
Pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa kawasan Asia. Indeks Nikkei Jepang turun 1,87 persen ke 64.050,00, Kospi Korea Selatan melemah 1,76 persen ke 6.909,91, Shanghai Composite terkoreksi 1,18 persen ke 3.888,11, dan Hang Seng Hong Kong turun 0,60 persen ke 24.805,63. Sebaliknya, indeks Straits Times Singapura melawan tren regional dengan kenaikan 4,27 persen ke posisi 5.694,02.






