Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda memasuki hari kelima. Tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang berupa pelampung, helm, hingga jeriken di perairan sekitar lokasi pencarian, meski keberadaan para korban belum berhasil dipastikan.
Para korban sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hingga kini, upaya penyisiran terpadu terus dilakukan guna melacak titik koordinat keberadaan seluruh awak dan jurnalis tersebut.
Penemuan Sejumlah Barang Bukti di Sektor Lima
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa rangkaian barang tersebut ditemukan oleh armada KN SAR Tetuka saat menyisir area sektor 5. Sektor ini mencakup wilayah selatan Gunung Anak Krakatau hingga perairan Ujung Kulon dengan luas area penyisiran mencapai 380 nautical mile persegi.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Temuan pertama berupa satu jeriken minyak berwarna biru yang terdeteksi sekitar pukul 10.05 WIB. Dua jam berselang, tepatnya pada pukul 12.00 WIB, tim menemukan sebuah helm berwarna merah.
Penyisiran berlanjut hingga sore dan petang hari, di mana petugas mendapati dua unit life jacket atau pelampung. Pelampung berwarna oranye ditemukan pada pukul 17.10 WIB, disusul pelampung berwarna merah pada pukul 18.09 WIB. Seluruh benda temuan tersebut langsung diserahkan kepada pihak berwenang guna proses identifikasi lebih lanjut.
Cakupan Wilayah dan Hambatan di Lapangan
Operasi pencarian pada hari kelima dibagi menjadi dua jalur utama, yakni pemantauan laut dan udara. Penyisiran jalur laut dipetakan ke dalam enam sektor berbeda, meliputi sektor T, U, Z, W, X, dan Y, dengan total cakupan wilayah pencarian seluas 2.537 nautical mile persegi.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sementara itu, operasi pemantauan udara difokuskan pada sektor H dengan luas area jelajah sekitar 2.063 nautical mile persegi. Unsur gabungan yang diterjunkan terdiri dari Basarnas, Angkatan Laut, Polairud (Dirpolair), serta perbantuan dari Kantor SAR Banten, Kantor SAR Jakarta, Kantor SAR Lampung, dan Kantor SAR Bengkulu.
Kendati area pencarian diperluas dan sejumlah peralatan pendukung telah diamankan, posisi kapal beserta kedelapan penumpang belum ditemukan. Tim di lapangan menghadapi kendala cuaca buruk berupa kabut tebal di perairan Selat Sunda yang secara signifikan menurunkan jarak pandang (visibility) selama proses penyisiran berlangsung.






