Kepulan asap tipis masih menyelimuti area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar di Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, memasuki hari keenam kebakaran. Meski intensitas api telah jauh berkurang dan situasi berangsur kondusif dibanding hari-hari awal kejadian, pemadaman total belum tercapai akibat adanya titik bara yang terperangkap di bawah timbunan sampah.
Kapolsek Waringinkurung Iptu Hari Purwanto mengonfirmasi bahwa kendala utama pemadaman adalah posisi api yang berada di lapisan bawah gunungan material sampah. Kondisi ini menyebabkan semprotan air dari permukaan tidak dapat langsung mematikan sumber panas, sehingga kepulan asap masih terus muncul ke udara.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Guna menuntaskan titik api tersembunyi tersebut, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan unsur Muspika untuk mengerahkan satu unit alat berat berupa ekskavator bersama empat unit mobil pemadam kebakaran. Ekskavator difungsikan mengurai dan membuka tumpukan sampah secara bertahap agar petugas damkar dapat menyemprotkan air tepat ke titik api, disusul penimbunan material menggunakan tanah guna mencegah api merambat kembali.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Peristiwa kebakaran di TPA liar Waringinkurung ini bermula sejak Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Tim gabungan masih melanjutkan proses penguraian dan pemadaman hingga seluruh material terbakar benar-benar dingin dan tidak lagi menghasilkan asap.






