Tim SAR gabungan mengerahkan 18 kapal laut dan satu unit helikopter pada hari ketujuh operasi pencarian delapan orang yang hilang di kawasan Gunung Anak Krakatau. Rombongan yang belum ditemukan tersebut terdiri dari lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu pemandu wisata.
Kasi Ops Basarnas Banten, Rizky Dwiyanto, menjelaskan bahwa total luas area pencarian pada hari ketujuh mencapai 6.649 nautical mile persegi (NM persegi). Tim membagi operasi ke dalam enam sektor kerja untuk memaksimalkan pemantauan jalur laut maupun udara.
Pembagian Sektor dan Fokus Operasi
Sebanyak 11 armada kapal dikonsentrasikan khusus di Sektor X dengan luas area 831 NM persegi. Konsentrasi armada di titik ini dilakukan menyusul adanya sejumlah petunjuk atau temuan tim SAR sejak hari ketiga hingga sehari sebelumnya.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Adapun sektor pencarian lainnya mencakup: - Sektor V: 1.182 NM persegi - Sektor W: 1.167 NM persegi - Sektor X: 831 NM persegi - Sektor Z: 512 NM persegi - Sektor U: 481 NM persegi - Sektor Y: 413 NM persegi
Selain kapal laut, pemantauan udara diperkuat dengan helikopter HR-3604 milik Basarnas. Wilayah penyisiran maritim membentang dari perairan Pantai Carita hingga Pantai Anyer.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penyisiran Darat dan Evaluasi Operasi
Selain operasi di perairan, tim SAR gabungan mengagendakan penyisiran via jalur darat di gugusan kepulauan sekitar, termasuk mendarat di Pulau Sertung, Krakatau Besar, dan Pulau Panjang. Langkah penyisiran bawah laut saat ini belum dilakukan karena dinilai memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi bagi keselamatan personel.
Pelaksanaan pencarian pada hari ketujuh ini akan menjadi rujukan utama bagi pihak berwenang untuk mengevaluasi kelanjutan operasi. Hasil penyisiran hari ini akan menentukan apakah operasi SAR resmi ditutup atau diperpanjang sesuai pertimbangan teknis di lapangan.






