Operasi penanganan kebakaran di Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Bogor, mencatatkan perkembangan signifikan pada hari ke-8 pemadaman. Dari total 8,4 hektare area yang terdampak kobaran api, luasan lahan yang terbakar kini berhasil ditekan hingga tersisa sekitar 0,48 hektare.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa situasi saat ini sudah jauh lebih terkendali dibandingkan dinamika awal penanganan. Meski api sempat membesar melampaui perkiraan pada hari kedua kejadian, kerja sama lintas instansi membuat luasan area terbakar menyusut drastis ke bawah satu hektare. Pemadaman di lapangan berlangsung nonstop selama 24 jam sejak hari pertama dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bogor, unsur TNI, Polri, dan relawan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dalam upaya mempercepat pemadaman titik api di bawah gunungan sampah, tim gabungan menerapkan sejumlah metode operasional terpadu. Strategi tersebut mencakup water bombing oleh TNI AU, pengerahan alat berat, serta pembuatan tampungan air atau embung darurat beralas terpal di sela tumpukan sampah untuk mendekatkan sumber air ke titik sasaran penyemprotan.
Selain jalur darat dan udara, pemantauan berkala dilakukan menggunakan teknologi drone termal setiap satu jam sekali. Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa pemindaian termal berfungsi memetakan tingkat panas sebelum petugas diterjunkan langsung ke lapangan. Tim fokus melakukan intervensi pada titik yang terdeteksi berwarna merah, dan baru meninggalkan area ketika indikator suhu telah berubah menjadi hijau.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pemerintah daerah menargetkan seluruh titik api di TPAS Galuga dapat padam sepenuhnya sebelum 17 September 2026. Langkah percepatan ini disiapkan menyambut agenda peletakan batu pertama (groundbreaking) fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik serta teknologi pirolisis untuk memproses sampah menjadi bahan bakar minyak.






