Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau memasuki hari ke-9 dengan pengerahan armada yang diperluas. Tim SAR gabungan mengerahkan 22 unit kapal ke delapan sektor pencarian untuk melacak keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang belum ditemukan.
Kasi Ops Basarnas Banten Rizky Dwiyanto menyatakan bahwa fokus pencarian hari ini diarahkan ke kawasan sebelah tenggara Gunung Anak Krakatau. Total area penyisiran yang dicakup armada gabungan mencapai 3.439 nautical mile (NM) persegi.
Strategi pencarian pada hari ke-9 ini ditingkatkan dibanding hari sebelumnya. Pada pencarian hari Selasa (15/9), tim menurunkan 20 kapal di lima sektor dengan jarak lintasan (track spacing) sekitar 3 nautical mile. Untuk memperkuat penyisiran, jarak lintasan antar-kapal pada hari ke-9 dipersempit menjadi sekitar 1 hingga 2 nautical mile agar area perairan terpantau lebih rapat.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Unsur armada yang terlibat terdiri dari berbagai instansi SAR dan militer. Badan SAR Nasional menerjunkan 3 unit KN SAR dan 2 unit Rigid Inflatable Boat (RIB). Sementara itu, TNI Angkatan Laut mengerahkan 5 unit KRI, 2 unit KAL, serta 1 unit RBB untuk mendukung operasi maritim tersebut.
Terkait kondisi di lapangan, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan cuaca di perairan berawan dengan tinggi gelombang antara 0,5 hingga 2,5 meter menuju arah timur laut. Angin berembus dengan kecepatan 5 sampai 20 knot dari arah tenggara ke selatan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Di sisi lain, laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kondisi Gunung Anak Krakatau tertutup kabut dan asap sehingga tidak dapat diamati secara visual. Pengamatan kegempaan gunung api tersebut masih mencatat aktivitas vulkanik dangkal yang disertai tremor secara terus-menerus di lokasi operasi.






