Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa hasil ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo sudah keluar. Hasil pemeriksaan forensik tersebut direncanakan akan segera diumumkan kepada publik dalam waktu dekat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa penyampaian hasil ekshumasi tersebut nantinya akan dipaparkan secara resmi oleh pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Menurutnya, penyidik telah menjalin koordinasi intensif bersama tim dokter forensik medikolegal yang bertugas menangani pembongkaran makam dan autopsi jenazah Sutrimo.
Selain menyelesaikan tahapan teknis pemeriksaan, pihak kepolisian juga terus menjaga jalur komunikasi dengan pihak keluarga almarhum Sutrimo. Hubungan koordinasi dan pembaruan informasi penanganan perkara ini dilakukan melalui penasihat hukum keluarga korban.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Proses Ekshumasi di Banyumas
Sebelumnya, Polda Metro Jaya bersama tim dokter forensik telah melaksanakan proses ekshumasi jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (12/8). Pelaksanaan ekshumasi tersebut memakan waktu sekitar 3,5 jam, dimulai dari pukul 09.30 hingga 13.00 WIB.
Ketua Tim Dokter Forensik Prof Yudi menyatakan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterima tim, jenazah Sutrimo sempat dilaporkan mengeluarkan buih dari hidung dan mulut pada saat meninggal dunia. Kendati demikian, buih tersebut sudah tidak ditemukan saat pemeriksaan fisik makam dan jenazah dilakukan di lokasi ekshumasi.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Untuk mendalami kondisi tersebut, tim forensik melakukan tindakan pengambilan sampel atau metode usap (swab) pada jenazah. Pengambilan sampel usap ini ditujukan untuk kebutuhan uji laboratorium demi mendeteksi ada atau tidaknya sisa-sisa kandungan zat tertentu yang tertinggal pada tubuh korban.
Kronologi Temuan Korban
Peristiwa kematian Sutrimo bermula saat korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7). Setelah ditemukan dalam kondisi tak sadar, korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Namun, sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.






