Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, resmi menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031 pada Senin (31/8/2026).
Penetapan kepemimpinan baru organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut diumumkan oleh KH Anwar Iskandar saat membacakan ketetapan sidang pleno muktamar. Keputusan terpilihnya Gus Kikin diambil setelah anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) mencapai kesepakatan secara mufakat.
Sembilan kiai sepuh yang tergabung dalam formatur AHWA sebelumnya menggelar musyawarah tertutup pada Senin pagi, berlangsung mulai pukul 06.20 WIB hingga 07.00 WIB, sebelum membawa hasil mufakat tersebut ke forum pleno terbuka.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Hasil Penjaringan Suara Muktamirin
Penetapan oleh AHWA menyusul tahap penjaringan bakal calon yang dilakukan oleh para muktamirin. Dari pemungutan suara untuk menyaring lima besar nama calon Ketua Umum PBNU, Gus Kikin menempati posisi teratas dengan mengumpulkan 472 suara.
Adapun empat nama lain yang masuk dalam jajaran lima besar perolehan suara yakni:
- KH Zulfa Mustofa: 262 suara
- KH Abdussalam Sochib: 261 suara
- KH Yahya Cholil Staquf: 258 suara
- KH Abdul Ghofar Rozin: 155 suara
Nama-nama tersebut kemudian menjadi pertimbangan utama majelis AHWA sebelum akhirnya memutuskan memberi amanah kepemimpinan tanfidziyah PBNU lima tahun ke depan kepada Gus Kikin.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penetapan Rais Aam dan Penutupan Muktamar
Selain menetapkan posisi Ketua Umum PBNU, forum sidang pleno Muktamar ke-35 NU juga resmi menetapkan kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmat 2026–2031.
Seluruh rangkaian persidangan Muktamar ke-35 NU dijadwalkan rampung pada hari yang sama. Penutupan resmi agenda permusyawaratan tertinggi NU ini rencananya dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di lokasi muktamar di Jombang.






