Polda Metro Jaya bergerak melakukan penyelidikan terkait beredarnya grup percakapan daring bernama "add people as much you can". Grup chat tersebut menjadi sorotan masyarakat lantaran diduga memuat konten lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang menyasar kalangan pelajar di wilayah Jakarta.
Berdasarkan informasi dari rekaman video yang beredar, seorang pria menceritakan bahwa anak dari rekannya dimasukkan ke dalam grup tersebut tanpa persetujuan. Tidak hanya itu, beberapa siswa dari sekolah ternama di Jakarta juga diketahui turut dimasukkan ke dalam ruang obrolan tersebut. Saat ditelusuri lebih lanjut oleh pihak terkait, grup tersebut memang memuat beragam konten seputar LGBT.
Aktivitas dan Isi Percakapan Grup
Aktivitas di dalam grup obrolan tersebut diketahui mencakup saling berkirim stiker antarpengguna serta pembahasan mengenai topik-topik LGBT. Selain itu, ditemukan pula pemungutan suara atau voting dengan pertanyaan terbuka kepada para anggota, yakni "Are you gay, lesbian, straight or others?".
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Menanggapi keresahan publik, pihak kepolisian langsung mengambil langkah cepat untuk menelusuri pengelola dan penyebaran grup tersebut secara digital.
Penyelidikan dan Langkah Pencegahan Polisi
Penanganan kasus ini dilakukan secara terpadu oleh Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Metro Jaya. Kepolisian mengonfirmasi bahwa penelusuran sedang berlangsung secara intensif.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pihak kepolisian menyatakan bahwa proses penyelidikan difokuskan untuk mengungkap pihak di balik pembuatan ruang obrolan tersebut. Selain tindakan penegakan hukum, Polda Metro Jaya menyiapkan langkah preventif guna melindungi para siswa.
Sebagai langkah pencegahan, kepolisian berencana berkoordinasi secara aktif dengan pihak sekolah. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memberikan edukasi langsung kepada para pelajar mengenai bahaya penyebaran konten pornografi, pergaulan berisiko, serta panduan menggunakan media sosial secara aman dan bertanggung jawab.






