Bencana kembali melanda Sri Lanka setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari memicu banjir dan tanah longsor. Kawasan pegunungan di bagian tengah negara yang dikenal sebagai pusat penghasil teh menjadi area yang mengalami dampak paling parah akibat cuaca ekstrem ini. Berdasarkan data yang dirilis pada Selasa, 4 Agustus 2026, bencana alam ini telah menelan korban jiwa, merusak banyak bangunan, dan memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Laporan dari otoritas setempat mengonfirmasi bahwa lima orang meninggal dunia setelah tertimbun material longsor yang menghantam dua unit rumah di wilayah tengah Sri Lanka. Selain korban tewas, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara dua warga lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Tingginya curah hujan juga mengakibatkan banjir yang merusak sedikitnya 129 rumah dan memaksa hampir 2.000 penduduk untuk segera meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan.








