Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, pada Minggu (6/9) menyebabkan dua sungai meluap. Luapan Sungai Lahomi dan Sungai Moro'o tersebut memicu banjir yang merendam permukiman dan lahan produktif warga di empat kecamatan.
Adapun empat wilayah kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Lahomi, Kecamatan Mandrehe, Kecamatan Mandrehe Barat, dan Kecamatan Sirombu. Ketinggian genangan air di kawasan terdampak dilaporkan mencapai hingga sekitar 100 sentimeter.
Dampak Permukiman dan Sektor Pertanian
Sri Wahyuni Pancasilawati menyampaikan bahwa luapan air merendam sejumlah rumah warga di kawasan permukiman. Tidak hanya menimpa bangunan tempat tinggal, banjir juga menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian milik masyarakat, termasuk area persawahan dan sarana jaringan irigasi.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kerusakan akibat luapan air turut melanda akses jalan yang digunakan warga di beberapa titik. Kondisi sarana transportasi yang rusak tersebut berpotensi mengganggu kelancaran mobilitas serta aktivitas harian masyarakat, terutama pada titik-titik yang masih tergenang air dan mengalami kerusakan infrastruktur.
Berdasarkan pendataan sementara, peristiwa bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka-luka. Pihak berwenang juga mencatat belum ada warga yang dilaporkan mengungsi ke lokasi penampungan.
Penanganan dan Pemantauan Wilayah
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Nias Barat melalui BPBD langsung melakukan langkah tanggap darurat berupa asesmen dan survei langsung ke sejumlah titik terdampak. Petugas di lapangan terus berkoordinasi secara aktif dengan warga maupun pihak terkait guna memetakan kondisi riil sekaligus kebutuhan penanganan bencana.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Di tingkat daerah, BPBD Provinsi Sumatera Utara terus menjalin koordinasi intensif bersama BPBD Kabupaten Nias Barat untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan respons penanganan bencana berjalan optimal.
Hingga Senin (7/9), proses pemantauan dan penanganan lapangan oleh BPBD Kabupaten Nias Barat masih terus berlangsung. Warga yang berada di kawasan rawan diimbau untuk tetap waspada, mengingat tingginya intensitas curah hujan berpotensi kembali menaikkan debit air sungai dan memperluas area banjir.






