Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginstruksikan seluruh kader partai agar tidak mengabaikan kondisi nyata yang dihadapi oleh rakyat. Penegasan ini disampaikan AHY saat memberikan sambutan dalam peringatan 25 Tahun Partai Demokrat yang berlangsung di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (5/9/2026).
Soroti Tekanan Biaya Hidup dan Lapangan Kerja
Dalam pidatonya, AHY menyatakan pentingnya mengakui realitas kehidupan masyarakat secara jujur. Ia menilai masih banyak keluarga yang telah bekerja keras setiap hari, namun belum merasakan hidup mereka menjadi lebih mudah. Menurut AHY, lonjakan dan tekanan harga kebutuhan pokok sehari-hari masih membebani pengeluaran rumah tangga masyarakat.
Selain persoalan harga kebutuhan pokok, AHY juga menyoroti tantangan pemenuhan lapangan kerja. Ia menyebutkan bahwa mendapatkan pekerjaan yang layak saat ini tidak selalu mudah. Kondisi tersebut memaksa banyak keluarga harus berjuang ekstra keras agar penghasilan yang diperoleh dapat mengimbangi kenaikan biaya hidup yang terus bertambah.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

AHY menjelaskan bahwa kondisi di lapangan tersebut selaras dengan hasil berbagai survei nasional. Berdasarkan temuan survei, sejumlah isu krusial seperti harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, ketersediaan lapangan pekerjaan, dan masalah kemiskinan masih menjadi fokus serta perhatian utama rakyat di tanah air.
Kawal Program Strategis Pemerintahan Prabowo
Dalam momentum hari jadi partai tersebut, AHY turut menyinggung posisi Partai Demokrat yang saat ini menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta seluruh jajaran kader untuk menjalankan peran aktif dalam mengawal agenda pembangunan nasional.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

AHY menginstruksikan kader Partai Demokrat untuk memastikan program-program strategis pemerintah yang ditujukan guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat terlaksana secara tepat sasaran. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap tata kelola program agar berjalan dengan baik dan terhindar dari potensi penyalahgunaan anggaran.






