Kasus hilangnya kakak-beradik berinisial RN (18) dan AY (13) di Banyuasin akhirnya terungkap secara memilukan setelah kedua korban ditemukan tinggal kerangka usai lima tahun menghilang. Keduanya menjadi korban tindak pidana pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh Rendi Saputra (27).
Ibu kandung korban, Helmi Nursida (57), mengaku sangat terpukul dan tidak menyangka bahwa sosok yang menghabisi nyawa kedua anaknya adalah Rendi. Selama ini, Helmi telah menganggap pelaku seperti bagian dari keluarga sendiri. Hal itu didasari oleh kebiasaan Rendi yang sering main ke rumah korban serta hubungan antar keluarga yang saling mengenal.
Perkenalan antara RN dan pelaku berawal dari adik Rendi yang merupakan teman sekolah korban. Hubungan keduanya kemudian berlanjut hingga RN dan Rendi resmi berpacaran. Meskipun berstatus sebagai kekasih korban, Rendi diketahui tidak pernah datang secara resmi kepada pihak keluarga untuk meminta izin menikahi RN.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Tak Menaruh Curiga Sejak Awal Hilang
Saat kabar hilangnya RN dan AY mencuat lima tahun silam, pihak keluarga sama sekali tidak menaruh rasa curiga terhadap Rendi. Helmi mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah melihat gelagat mencurigakan dari Rendi pada saat anak-anaknya dinyatakan hilang.
Helmi beserta suaminya tetap memercayai Rendi selama proses pencarian berjalan. Rasa percaya tersebut bertahan hingga suami Helmi meninggal dunia pada tahun kemarin tanpa sempat mengetahui kebenaran mengenai dalang di balik hilangnya kedua buah hati mereka.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sempat Ikut Mencari Korban dan Hadiri Yasinan
Kecurigaan keluarga terhadap Rendi kian tertutup oleh sikap pelaku yang tampak menunjukkan kepedulian pascahilangnya korban. Rendi sempat ikut membantu warga setempat dalam upaya melakukan pencarian terhadap RN dan AY.
Selain ikut terjun langsung dalam pencarian bersama warga, Rendi bahkan hadir di kediaman keluarga korban saat diselenggarakan acara doa bersama atau yasinan untuk kedua korban yang hilang. Namun, setelah lima tahun berlalu, fakta terungkap bahwa kedua korban telah tewas dibunuh dan diperkosa oleh Rendi hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka.






