Pihak kepolisian masih belum berhasil mengungkap identitas seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam gardu listrik LRT Pancoran, Jakarta Selatan. Upaya pengenalan jenazah menghadapi hambatan teknis di lapangan karena kondisi fisik korban yang menyulitkan proses identifikasi forensik.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi menjelaskan bahwa proses identifikasi korban terkendala lantaran sidik jarinya tidak dapat terbaca oleh alat identifikasi. Selain permasalahan pada sidik jari, petugas di lapangan juga belum dapat mengenali wajah pria tersebut.
Untuk mengungkap identitas korban, kepolisian telah mengerahkan Tim Inafis ke tempat kejadian perkara. Tim identifikasi forensik telah melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi penemuan jenazah, namun upaya penelusuran identitas tersebut hingga kini belum membuahkan hasil.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kronologi Penemuan dan Dugaan Tersengat Listrik
Jenazah pria tersebut pertama kali ditemukan di dalam area gardu listrik LRT Pancoran pada Selasa (1/9) malam. Sebelum penemuan terjadi, warga di sekitar area gardu sempat mencurigai adanya aroma tidak sedap yang menyengat serta banyaknya lalat yang beterbangan di sekitar fasilitas kelistrikan tersebut.
Kapolsek Pancoran Kompol Suminto menyampaikan bahwa korban diduga kuat meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik bertegangan tinggi. Posisi korban saat ditemukan berada di bagian lantai dua gardu instalasi listrik tersebut.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Suminto menambahkan, kepolisian menduga korban masuk ke dalam gardu dengan tujuan untuk mencuri kabel listrik. Dugaan aksi pencurian ini diperkuat dengan ditemukannya barang bukti berupa peralatan kerja, yakni sebuah gergaji besi dan kantong plastik yang dibawa korban di lokasi kejadian.
Hingga hari Rabu, pihak kepolisian menyatakan belum menerima laporan orang hilang dari masyarakat yang berkaitan dengan temuan jasad tersebut. Selain itu, belum ada pihak keluarga atau kerabat yang mendatangi kantor kepolisian untuk mencari keberadaan anggota keluarga mereka. Polisi masih terus membuka jalur informasi bagi masyarakat sembari menunggu adanya pihak yang merasa kehilangan keluarga.






