Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup besar pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Indeks komposit ditutup merosot 1,48% atau terpangkas 95,98 poin ke posisi 6.405,69, membuat IHSG kembali terlempar dari level psikologis 6.500 setelah pada perdagangan sebelumnya sempat ditutup di 6.501,67.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat menguat di level 6.507,14 dan menembus titik tertinggi harian pada 6.532,17. Namun, gelombang aksi jual di pasar berlanjut hingga indeks berbalik arah dan berakhir tepat di level terendahnya hari ini. Aktivitas transaksi di pasar reguler dan negosiasi membukukan nilai total sekitar Rp18,06 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 40,16 miliar saham dan frekuensi transaksi tercatat sekitar 2,49 juta kali.
Pelemahan indeks hari ini diiringi dominasi pergerakan saham di zona merah. Sebanyak 599 saham ditutup melemah, sementara hanya 136 saham yang berhasil mencatatkan penguatan, dan 228 saham lainnya stagnan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Berdasarkan data Refinitiv, pelemahan terjadi hampir di seluruh sektor. Sektor utilitas menjadi penekan paling dalam dengan koreksi 2,98%, disusul sektor industri yang turun 2,26% dan sektor properti yang melemah 2,10%. Sektor teknologi turut menyusut 1,78%, sektor konsumen nonprimer turun 1,67%, dan sektor bahan baku terpangkas 1,53%. Di samping itu, sektor finansial melemah 0,96%, konsumen primer turun 0,90%, energi terkoreksi 0,88%, serta sektor kesehatan tergelincir 0,73%.
Dari jajaran emiten berkapitalisasi besar, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi pemberat utama penurunan indeks dengan kontribusi sekitar 9,33 poin setelah terkoreksi ke posisi Rp3.130 per saham. Tekanan berikutnya disumbang oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 4,94 poin indeks, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 4,70 poin, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang memberi beban negatif sekitar 4,35 poin indeks.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Di tengah pelemahan pasar, beberapa emiten tetap mencatatkan dorongan positif. PT Merdeka Gold Resources Tbk memimpin penopang indeks dengan kontribusi kenaikan sekitar 4,22 poin, diikuti PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 3,47 poin, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan kontribusi 1,72 poin indeks.






