Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan keadaan menjelang penutupan pasar pada perdagangan Senin (31/8/2026). Indeks ditutup menguat tipis 7,36 poin atau 0,11% ke level 6.525,48, setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari.
Perdagangan sempat diwarnai tekanan aksi jual yang membawa indeks ke level terendah hariannya di 6.476,18. Namun, aksi beli di menit-menit akhir mendorong IHSG bangkit hingga menyentuh level tertinggi di 6.528,10 sebelum akhirnya menetap di atas level pembukaan. Pergerakan pasar saham domestik pada awal pekan ini banyak dipengaruhi oleh aktivitas penyesuaian portofolio investor menjelang berlakunya penyesuaian bobot indeks (rebalancing) MSCI.
Penopang dan Pemberat Gerak Indeks
Penguatan IHSG terutama ditopang oleh saham perbankan dan komoditas. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang 9,32 poin terhadap kenaikan indeks. Di samping itu, penguatan juga didukung oleh PT Alami Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar 3,24 poin, PT Merdeka Gold Resources Tbk (BRMS) 2,97 poin, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) 2,81 poin, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar 2,20 poin.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sebaliknya, laju indeks tertahan oleh pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya. Penekan utama datang dari PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang mengurangi 8,67 poin dari indeks, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 3,59 poin, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) 3,52 poin, serta PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang membebani sebesar 3,41 poin.
Sektoral dan Aktivitas Transaksi
Dari performa sektoral, sektor industri memimpin penguatan dengan kenaikan 0,5%, diikuti sektor barang konsumen non-primer yang naik 0,42%, dan barang konsumen primer yang bertambah 0,22%.
Di sisi lain, sektor kesehatan mengalami koreksi paling dalam hingga melemah 2,35%. Pelemahan juga terjadi pada sektor utilitas (-0,88%), teknologi (-0,67%), energi (-0,27%), dan properti (-0,20%).
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Secara keseluruhan, komposisi pasar menunjukkan 413 saham berakhir di zona hijau, 245 saham melemah, dan 305 saham bergerak stagnan. Total volume perdagangan mencapai 48,93 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp24,72 triliun melalui 2,37 juta kali transaksi.
Aktivitas pemodal asing tercatat membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp183,56 miliar pada perdagangan sesi pertama. Total pembelian asing pada sesi tersebut mencapai Rp2,95 triliun berbanding penjualan sebesar Rp2,77 triliun, dengan saham BBRI menjadi incaran utama investor asing melalui perolehan net buy sebesar Rp163,98 miliar.






