Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren penguatan di pasar modal Indonesia yang diiringi oleh pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta lonjakan jumlah basis pemodal. Perkembangan positif ini terlihat dari pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia yang melonjak sekitar 52 persen hingga mencapai 31,14 juta Single Investor Identification (SID).
Perbaikan kinerja pasar ekuitas tercermin secara jelas dari pergerakan IHSG. Pada penutupan perdagangan akhir Agustus 2026, indeks saham domestik tersebut bertengger di level 6.525,48. Realisasi penutupan tersebut menandai penguatan sebesar 4,64 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm).
Perbaikan Likuiditas dan Arus Modal Asing di Pasar Saham
Kinerja positif IHSG turut ditopang oleh membaiknya likuiditas perdagangan saham di pasar domestik. Kondisi likuiditas pasar ini tecermin dari rata-rata bid-ask spread saham yang menyempit ke posisi 1,17 persen pada periode tersebut. Angka ini mencatatkan perbaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya yang berada di level 1,33 persen.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sejalan dengan penguatan indeks dan likuiditas pasar, minat pemodal asing terhadap instrumen ekuitas Indonesia juga terpantau solid. Otoritas Jasa Keuangan mencatat bahwa investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy dengan nilai mencapai Rp 1,19 triliun di pasar saham domestik sepanjang Agustus 2026.
Kinerja Positif dan Arus Modal di Pasar Obligasi
Sentimen positif aliran modal nonresiden tidak hanya terjadi di pasar saham, melainkan juga merambah instrumen surat utang negara. Di pasar Surat Berharga Negara (SBN), pemodal asing tercatat menorehkan aksi beli bersih dalam porsi yang lebih besar, dengan total net buy mencapai Rp 15,35 triliun.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Secara keseluruhan, pasar instrumen pendapatan tetap nasional turut menunjukkan tren penguatan. Indeks acuan obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI), ditutup di level 410,04 pada Agustus 2026. Capaian indeks pasar obligasi ini merefleksikan peningkatan kinerja sebesar 2,23 persen secara bulanan (mtm).






