Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Indeks komposit melemah 8,24 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.678,20, tertekan oleh dinamika geopolitik global dan lonjakan harga energi dunia.
Pelemahan IHSG turut membayangi pergerakan kelompok 45 saham unggulan. Indeks LQ45 tercatat turun 1,33 poin atau 0,20 persen ke level 664,25. Sepanjang sesi perdagangan, BEI membukukan total transaksi sebesar Rp 16,13 triliun dengan volume mencapai 32,53 miliar lembar saham dalam 2.147.000 kali transaksi. Kondisi pasar menunjukkan 337 saham terkoreksi, 325 saham menguat, dan 301 saham lainnya stagnan.
Lonjakan harga komoditas minyak mentah global menjadi perhatian utama pasar. Minyak mentah jenis Brent telah menembus level 100 dolar AS per barel, sementara jenis WTI menyentuh 95 dolar AS per barel. Kenaikan harga ini dipicu oleh eskalasi militer di Timur Tengah setelah pihak Iran menyatakan telah menyerang dua kapal Amerika Serikat serta delapan kapal tanker di kawasan Teluk, sebagai respons atas serangan AS terhadap lima kapal tanker Iran di dekat Pulau Kharg.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Di samping ketegangan di kawasan Teluk, pasar keuangan global turut mengantisipasi pengumuman kebijakan suku bunga European Central Bank (ECB) pada Kamis (10/9/2026) yang diproyeksikan naik sebesar 25 basis poin.
Dari sentimen domestik, investor mencermati rilis data penjualan ritel nasional periode Juni yang tercatat mengalami penurunan tiga bulan berturut-turut sebelum publikasi data Juli 2026. Kendati demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental pertumbuhan ekonomi Indonesia dipastikan tetap solid untuk kuartal III dan kuartal IV.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Secara sektoral, penurunan terdalam terjadi pada sektor kesehatan yang melemah sebesar 1,47 persen. Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik berhasil memimpin penguatan indeks sektoral dengan kenaikan sebesar 2,19 persen.
Pergerakan bursa saham di kawasan Asia sendiri berakhir variatif pada penutupan sore ini. Indeks Nikkei melemah 0,19 persen ke 65.146,00, Hang Seng turun 0,17 persen ke 25.274,96, dan Straits Times terkoreksi 0,66 persen ke 5.729,63. Sebaliknya, indeks Shanghai menguat 0,28 persen ke level 3.951,51 dan Kospi naik 1,40 persen menuju posisi 7.051,64.






