Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Sempat menguat dan menyentuh level tertinggi di 6.707,30 pada sesi perdagangan, indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut akhirnya berbalik melemah dan ditutup turun 8,21 poin atau 0,12% ke posisi 6.678,20.
Pergerakan IHSG bergerak fluktuatif di rentang 6.642,15 hingga 6.707,30 sepanjang hari. Berdasarkan data bursa, transaksi perdagangan mencatatkan volume 34,51 miliar lembar saham yang berpindah tangan sebanyak 2,17 juta kali transaksi. Total nilai perputaran uang mencapai sekitar Rp 16,17 triliun.
Secara keseluruhan, pelebaran koreksi dipicu oleh penurunan mayoritas sektor saham. Sektor konsumer non-primer, kesehatan, dan finansial mencatatkan koreksi terdalam. Dari jajaran emiten perbankan besar, pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi beban paling berat terhadap indeks setelah menyumbang penurunan sekitar 14 poin pada IHSG. Pada penutupan pasar, tercatat sebanyak 317 saham melemah, 308 saham menguat, dan 169 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Tekanan Geopolitik dan Sentimen Global
Sentimen eksternal memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan pasar domestik. Di kawasan regional, revisi pertumbuhan ekonomi Jepang yang lebih tinggi dan meluasnya surplus perdagangan China belum mampu membendung sentimen negatif dari pasar global.
Kekhawatiran investor meningkat menyusul eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah. Kabar mengenai serangan kedua oleh Iran terhadap armada Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) memicu lonjakan harga komoditas energi dunia. Minyak mentah berjangka Brent melonjak melampaui level US$99 per barel, sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik menembus US$94 per barel pada perdagangan pascapasar.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain kenaikan harga minyak, ketegangan hubungan dagang juga membayangi pasar setelah Kanada memberlakukan tarif balasan terhadap sejumlah produk asal Amerika Serikat.
Sentimen negatif tersebut sebelumnya telah menekan bursa Wall Street pada penutupan perdagangan Selasa. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 1,2%, menandai penurunan harian terdalam dalam hampir tiga pekan terakhir. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite turut terkoreksi masing-masing sebesar 0,6% dan 0,3%, yang kemudian berimbas pada kehati-hatian pelaku pasar di bursa Asia termasuk Indonesia.






