Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona hijau pada awal perdagangan Jumat (4/9/2026). Indeks menguat sebesar 29,09 poin atau 0,44% ke level 6.696,98 sesaat setelah pasar dibuka di Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan bursa, IHSG dibuka pada posisi 6.695,69 dan sempat menyentuh level tertinggi sementara di 6.704,13 serta level terendah di 6.691,18. Pergerakan saham pada awal sesi didominasi sentimen positif, dengan 325 saham menguat, 120 saham melemah, dan 518 saham stagnan. Volume perdagangan awal sesi tercatat mencapai 1,02 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp529 miliar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Faktor Penggerak Domestik dan Global
Kenaikan pada pagi ini melanjutkan tren penguatan dari hari sebelumnya. Pada perdagangan Kamis (3/9/2026), IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 1,09% ke posisi 6.667,89, didorong oleh derasnya aliran modal masuk investor asing (net foreign buy) senilai kurang lebih Rp1,07 triliun serta penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Kondisi likuiditas domestik turut memberikan dorongan bagi pasar modal. Bank Indonesia telah meningkatkan insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) menjadi 6% mulai September, dengan total insentif yang telah diterima industri perbankan mencapai Rp446,5 triliun. Kebijakan KLM ini diarahkan untuk mempercepat penyaluran kredit perbankan ke sektor riil dan UMKM. Dari sisi fiskal dan tata kelola perbankan, pasar juga ditopang oleh insentif pajak atas bunga SBN valas serta jaminan pemerintah bahwa pembiayaan program Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani perbankan dengan risiko kredit bermasalah.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Dari sentimen internasional, pelaku pasar mencermati sinyal kebijakan moneter Amerika Serikat. Gubernur The Fed Christopher Waller mengindikasikan dukungannya untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini pada pertemuan September apabila rilis data inflasi berikutnya tetap terkendali. Di sisi lain, indikator aktivitas sektor jasa AS menunjukkan penguatan dengan capaian ISM Services PMI sebesar 55,4 pada Agustus.






