Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (7/9/2026). Indeks turun 0,12% ke level 6.628,19, terutama akibat tekanan jual pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Di tengah pelemahan indeks acuan, sektor kesehatan justru tampil menjadi salah satu penopang utama dengan penguatan sebesar 1,42%.
Data Stockbit Sekuritas mencatat bahwa penurunan indeks bertepatan dengan aksi jual bersih (net foreign sell) oleh investor asing sebesar Rp424,06 miliar. Sepanjang sesi pertama, total nilai pembelian asing mencapai Rp1,84 triliun, sedangkan volume penjualan asing menyentuh angka Rp2,26 triliun.
Deretan Saham yang Dilepas Investor Asing
Tekanan jual asing paling signifikan terpusat pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dengan catatan net sell mencapai Rp81,67 miliar. Selain TPIA, saham-saham perbankan raksasa dan emiten konglomerasi lain turut mendominasi daftar pelepasan portofolio asing.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Berikut daftar saham dengan nilai net foreign sell terbesar pada sesi I:
- TPIA: Rp81,67 miliar
- BBCA: Rp73,14 miliar
- CUAN: Rp66,06 miliar
- BBRI: Rp65,58 miliar
- KLBF: Rp60,01 miliar
- BMRI: Rp40,79 miliar
- GOTO: Rp40,02 miliar
- INET: Rp32,05 miliar
- TINS: Rp32,02 miliar
- EMAS: Rp20,41 miliar
Saham Penampung Beli Bersih Asing
Kendati arus dana keluar mendominasi perdagangan sesi I, sejumlah emiten komoditas dan energi tetap berhasil mencatatkan arus masuk modal asing. Posisi teratas diisi oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang membukukan net foreign buy senilai Rp218,87 miliar dengan volume perdagangan sekitar 998,13 juta saham.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Minat beli investor asing juga mengalir ke emiten lainnya, antara lain:
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Rp46,11 miliar
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA): Rp38,91 miliar
- PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA): Rp30,65 miliar
- COIN: Rp18,57 miliar
- UNTR: Rp14,43 miliar
- DMAS: Rp13,55 miliar
- DEWA: Rp11,53 miliar
- INKP: Rp9,32 miliar
- AMMN: Rp7,50 miliar
Pergerakan selektif ini menunjukkan aliran dana investor asing masih aktif berpindah antarsektor, terutama mengarah ke emiten energi dan tambang di tengah koreksi IHSG pada paruh pertama perdagangan.






