Bagaimana pergerakan pasar saham dalam negeri hari ini memengaruhi keputusan transaksi Anda di berbagai aplikasi investasi? Bagi para pelaku pasar modal dan investor ritel di Indonesia, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Selasa, 4 Agustus 2026, menyajikan dinamika yang sangat menarik untuk dicermati. Menjelang akhir jam perdagangan, indeks acuan nasional ini berhasil mencatatkan lonjakan yang signifikan dan memberikan angin segar bagi portofolio para pemegang saham.
Indeks Harga Saham Gabungan terpantau melonjak sebesar 1% pada perdagangan hari Selasa (4/8/2026). Kenaikan yang cukup tajam ini utamanya didorong oleh aksi beli yang meluas pada mayoritas saham yang tercatat di bursa, serta didukung oleh membaiknya sentimen pasar secara global. Tepat pada pukul 15.48 WIB, data perdagangan menunjukkan bahwa IHSG telah menguat sebesar 62,31 poin atau setara dengan 1% ke level 6.296,81. Sepanjang hari perdagangan bergulir, indeks bergerak fluktuatif dengan rentang pergerakan yang cukup lebar, yakni berada di batas bawah pada level 6.238,40 hingga menyentuh batas atas pada level 6.299,35. Pencapaian ini tentu menjadi pemulihan yang berarti jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan pada hari sebelumnya yang berada di level 6.234,50.
Sejak perdagangan sesi pertama dibuka, tanda-tanda penguatan indeks sebenarnya sudah mulai terlihat dengan jelas. Pada saat jeda siang perdagangan atau penutupan sesi 1, IHSG kokoh berdiri di level 6.270,15, mencatatkan kenaikan sebesar 35,66 poin atau sekitar 0,57%. Aktivitas perdagangan di bursa sepanjang hari ini juga berlangsung sangat aktif. Total nilai transaksi yang berhasil dibukukan di seluruh pasar mencapai angka Rp11,16 triliun. Adapun volume perdagangan menyentuh angka 30,37 miliar lembar saham yang diperjualbelikan melalui total 2,20 juta kali frekuensi transaksi. Mayoritas saham pun bergerak positif dengan rincian sebanyak 414 saham berada di zona hijau, 244 saham mengalami pelemahan, sementara 305 saham lainnya bergerak stagnan alias tidak mengalami perubahan harga.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Salah satu faktor pendorong utama di balik penguatan IHSG hari ini adalah kembalinya aliran dana dari investor asing. Kondisi ini berbalik arah secara signifikan dari hari perdagangan sebelumnya, di mana investor asing sempat mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang cukup besar mencapai Rp708 miliar. Pada perdagangan hari Selasa ini, investor asing justru mulai membukukan beli bersih (net buy) sejak perdagangan sesi 1. Hingga tengah hari saja, akumulasi beli bersih oleh investor asing telah mencapai Rp39,5 miliar di seluruh pasar. Dana asing yang masuk kembali ini terpantau banyak mengalir ke saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar besar (big cap) yang selama ini menjadi penggerak utama indeks.
Berdasarkan data transaksi, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak diburu oleh pemodal asing dengan mencatatkan net buy terbesar senilai Rp78,5 miliar. Posisi ini kemudian disusul oleh saham emiten tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang mencatatkan beli bersih asing sebesar Rp62,5 miliar. Tidak ketinggalan, dua bank milik negara juga menjadi incaran investor asing hari ini, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan nilai net buy sebesar Rp50,2 miliar, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang mengantongi net buy asing senilai Rp36,8 miliar.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Meski demikian, aksi beli bersih tersebut tidak merata di seluruh sektor. Investor asing terpantau masih melanjutkan aksi jual pada beberapa saham di sektor komoditas dan material dasar. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menempati posisi teratas sebagai saham dengan net sell terbesar oleh asing yang mencapai Rp137,1 miliar. Aksi lepas saham oleh investor asing juga terjadi pada saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan nilai Rp56,3 miliar, disusul oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp21,2 miliar, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) senilai Rp16,8 miliar, serta PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dengan nilai transaksi jual bersih asing sebesar Rp16 miliar.
Bagi Anda yang aktif memantau pergerakan pasar melalui aplikasi trading saham, fluktuasi harian seperti ini menuntut kehati-hatian yang tinggi. Meskipun IHSG ditutup menguat hari ini berkat sentimen global yang positif dan masuknya dana asing, pasar saham selalu diliputi ketidakpastian. Kenaikan hari ini tidak menjamin pergerakan positif yang sama pada hari-hari berikutnya. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi para investor ritel untuk tetap melakukan analisis mendalam secara mandiri sebelum mengambil keputusan beli atau jual, serta menyadari bahwa setiap instrumen investasi di pasar modal memiliki risiko kerugian materiil yang nyata.






