Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,09% ke level 6.667,89 pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Penguatan indeks domestik ini ditopang oleh derasnya aliran dana pemodal luar negeri yang agresif memborong saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar besar.
Berdasarkan data perdagangan, investor asing membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp1,07 triliun di seluruh pasar. Nilai transaksi beli asing tercatat mencapai Rp6,218 triliun, melampaui nilai penjualan yang berada di angka Rp5,149 triliun. Secara keseluruhan, total perputaran transaksi investor asing pada hari itu menyentuh Rp11,366 triliun.
Dominasi Perbankan Topang Aksi Beli Asing
Sebagian besar modal asing terkonsentrasi pada emiten perbankan lapis satu. Empat bank jumbo secara kumulatif mencatatkan net buy sekitar Rp801 miliar, yang menyumbang porsi berkisar 75% dari total seluruh aksi beli bersih asing di bursa.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menempati posisi teratas sebagai saham yang paling banyak diakumulasi dengan net buy menembus Rp471,4 miliar. Posisi berikutnya disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai Rp207,1 miliar. Selain dua emiten tersebut, asing juga mengoleksi saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp87,4 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp35,1 miliar.
Di luar sektor keuangan, minat beli pemodal luar negeri juga mengalir ke sektor unggulan lain. Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) membukukan net buy Rp131,9 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp109 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp95 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp94 miliar. Penguatan arus modal masuk juga tampak pada PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) senilai Rp83,2 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp64,2 miliar, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp57,2 miliar.
Tekanan Jual dan Rekapitulasi Pasar
Di tengah dominasi aksi beli, sejumlah saham tetap mengalami tekanan jual bersih oleh investor asing. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatat net sell tertinggi sebesar Rp97,3 miliar, diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp88 miliar dan PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp84,8 miliar.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Aksi lepas saham oleh asing juga melanda PT Kota Satu Properti Tbk (KOTA) sebesar Rp82,5 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp65,3 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp57,1 miliar, PT Indosat Tbk (ISAT) Rp56 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp51 miliar, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) Rp45 miliar, dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp28 miliar.
Kinerja pasar secara menyeluruh bergerak cukup solid dengan total nilai transaksi harian mencapai Rp18,6 triliun. Aktivitas tersebut mencakup perpindahan 39,3 miliar lembar saham melalui 2,47 juta kali transaksi. Dari seluruh saham yang ditransaksikan, sebanyak 415 saham menguat, 228 saham melemah, dan 320 saham lainnya bergerak stagnan.






