Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas pelemahan dan ditutup turun 0,73% atau 47,96 poin ke posisi 6.541,38 pada penutupan perdagangan Jumat (11/9/2026). Indeks saham domestik sempat tertekan hingga 1,8% pada awal sesi pertama sebelum akhirnya perlahan bangkit dan memperkecil koreksi hingga akhir sesi kedua.
Sepanjang perdagangan akhir pekan ini, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang yang cukup lebar antara batas terendah di 6.462,96 hingga level tertinggi di 6.552,70. Data perdagangan mencatat tekanan jual masih mendominasi pasar dengan 471 saham melemah, 197 saham berhasil menguat, dan 295 saham lainnya bergerak stagnan. Total volume perdagangan mencapai 28,36 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,54 triliun dari 1,91 juta kali frekuensi transaksi.
Secara sektoral, seluruh sektor saham terparkir di zona merah. Sektor energi mencatatkan penurunan terdalam hingga 2,29%. Pelemahan signifikan lainnya dialami oleh sektor utilitas yang turun 1,62%, sektor barang konsumen non-primer terkoreksi 1,04%, sektor keuangan menyusut 1,03%, sektor properti melemah 0,98%, serta sektor perindustrian turun 0,88%.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Saham Penekan dan Penopang Indeks
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi pemberat terbesar bagi pergerakan indeks dengan kontribusi negatif mencapai 13 poin. Tekanan jual terhadap emiten berkapitalisasi besar juga melanda sektor perbankan, di mana saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membebani IHSG sebesar 9,38 poin, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang mengurangi 4,66 poin.
Beban tambahan bagi laju IHSG turut datang dari saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dengan kontribusi minus 3,42 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) minus 2,47 poin, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) minus 2,1 poin, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) minus 1,79 poin.
Upaya IHSG menahan koreksi yang lebih dalam ditopang oleh kinerja sejumlah saham unggulan. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tampil sebagai penopang utama dengan sumbangan positif 2,24 poin. Penguatan juga didukung oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar 0,99 poin, PT Astra International Tbk (ASII) 0,87 poin, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 0,78 poin, dan PT Timah Tbk (TINS) 0,57 poin.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sentimen Geopolitik Global
Penutupan perdagangan ini memastikan IHSG mengalami koreksi selama dua hari berturut-turut, menyusul penurunan sebesar 1,33% ke level 6.589,34 pada hari sebelumnya.
Pelemahan di bursa domestik sejalan dengan tekanan di pasar saham kawasan akibat meningkatnya eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik geopolitik tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, kenaikan harga minyak mentah, laju inflasi, serta ketidakpastian prospek arah kebijakan suku bunga ke depan.






