Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona hijau pada akhir perdagangan sesi I, Rabu (16/9/2026). Indeks tercatat naik 22,94 poin atau 0,36% ke level 6.484,10, setelah bergerak dari posisi penutupan sebelumnya di kisaran 6.461,15.
Pada pembukaan perdagangan pagi, IHSG sempat berada di level 6.453,91 dan tertekan hingga menyentuh titik terendah harian di 6.445,24. Arus beli kemudian mendorong indeks berbalik arah hingga sempat menyentuh level tertinggi di 6.535,46 sebelum terkonsolidasi menjelang jeda siang. Sebanyak 316 saham tercatat menguat, 285 saham melemah, dan 362 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia membukukan nilai transaksi kumulatif sebesar Rp6,24 triliun. Volume transaksi mencapai 136,23 juta lot dengan frekuensi perdagangan sekitar 1,03 juta kali transaksi.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sebagian besar perputaran dana terkonsentrasi di pasar reguler dengan nilai transaksi Rp5,69 triliun, mencakup volume 125,77 juta lot dan frekuensi sekitar 1,03 juta kali. Di pasar negosiasi, transaksi mencapai nilai Rp551,02 miliar dengan volume 10,46 juta lot dari 252 kali transaksi. Sementara itu, aktivitas di pasar tunai tercatat sebesar 36 lot dengan nilai transaksi Rp15,56 juta melalui 2 kali transaksi.
Pergerakan pasar modal domestik berlangsung di tengah dinamika pasar komoditas dan proyeksi kebijakan moneter global. Harga minyak mentah Brent terpantau ditutup menguat hampir 3% ke posisi US$108,75 per barel, dan West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 4% ke level US$105,83 per barel.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Di pasar obligasi Amerika Serikat, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun sempat menyentuh level 5,041% yang merupakan level tertinggi sejak 2007, sebelum berakhir di 4,966%. Terkait suku bunga acuan, data CME FedWatch mencatat probabilitas sebesar 92,4% bahwa The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%.






