Pembangunan fasilitas komersial dan hiburan di Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki babak baru. Otorita Ibu Kota Nusantara (Otorita IKN) resmi menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk mendirikan bioskop pertama di kawasan pusat pemerintahan baru tersebut.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengalokasian lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) yang dilaksanakan di Nusantara pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Profil Investor dan Penanggung Jawab Proyek Bioskop
Pihak investor yang resmi membangun bioskop di kawasan IKN adalah PT Indobox Cinematic Buana. Perusahaan ini akan menghadirkan jaringan bioskop dengan nama Indobox Cinema.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Dalam prosesi kerja sama tersebut, Direktur PT Indobox Cinematic Buana, Rendy Gunawan, menyatakan komitmen perusahaannya untuk menyediakan fasilitas hiburan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Kesepakatan ini disambut langsung oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono sebagai bagian dari realisasi investasi swasta di IKN.
Lokasi, Luas Lahan, dan Fasilitas yang Tersedia
Pembangunan Indobox Cinema memanfaatkan skema pengalokasian lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) Otorita IKN. Berikut rincian lokasi dan fasilitas yang akan dihadirkan:
- Penempatan Lokasi Proyek: Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) WP 1A, tepatnya di area dekat Rusun ASN 3.
- Luas Area Pembangunan: Berdiri di atas lahan seluas 4.897 meter persegi.
- Fasilitas Hiburan dan Bioskop: Kompleks bioskop Indobox Cinema.
- Area Kuliner dan Retail: Dilengkapi dengan area food and beverage (F&B) Cinematic Cafe dan gerai retail Indobox Store.
- Pemberdayaan Usaha Lokal: Penyediaan Kios UMKM untuk mendukung aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di kawasan komersial tersebut.
Nilai Investasi dan Jadwal Pengerjaan Fisik
Proyek pembangunan bioskop dan pusat hiburan terpadu ini memuat sejumlah poin investasi dan tahapan pengerjaan:
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

- Nilai Investasi: Total nilai investasi proyek Indobox Cinema mencapai Rp5 miliar.
- Kontribusi Penerimaan Negara: Proyek ini menyumbang kontribusi bagi penerimaan negara sebesar Rp449,16 juta.
- Waktu Mulai Konstruksi: Pengerjaan fisik fasilitas hiburan dijadwalkan mulai berlangsung pada September 2026.
Rencana Pengembangan Fasilitas Aviasi dan MRO di IKN
Selain sektor hiburan, investasi penunjang transportasi dan logistik udara juga mulai dijajaki di IKN. Badan Bank Tanah bersama Lion Group menjalin kerja sama untuk menjajaki pembangunan fasilitas pelatihan penerbangan di Nusantara.
Kerja sama antara Badan Bank Tanah dan Lion Group tersebut mencakup sejumlah ruang lingkup utama:
- Pengelolaan dan Pemanfaatan Lahan: Identifikasi kawasan strategis, penyediaan dan pemanfaatan lahan Hak Pengelolaan (HPL) milik Badan Bank Tanah, serta penyelarasan tata ruang kawasan terpadu.
- Pengembangan Kawasan Pendukung Bandara: Kawasan penunjang aviasi disiapkan di sekitar Bandar Udara Internasional Nusantara guna mendukung berdirinya pusat pelatihan penerbangan (training centre).
- Pembangunan Sarana Praktik dan Bengkel Pesawat: Lion Group, melalui PT Batam Aero Teknik, berencana mendirikan pusat pelatihan dan praktik serta fasilitas pendukung Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).
- Efisiensi Logistik Udara: Fasilitas MRO ini dirancang untuk memperkuat layanan perawatan armada pesawat sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok dan operasional logistik udara di kawasan Indonesia Timur.






