tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Impor Barang Konsumsi Melonjak, Menperin Dorong Penguatan Perlindungan Industri Domestik

Lidya RumbayanDiterbitkan 7 Agu 2026 - 08.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Impor Barang Konsumsi Melonjak, Menperin Dorong Penguatan Perlindungan Industri Domestik
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah Indonesia saat ini terus berupaya menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri di tengah dinamika pasar global. Salah satu tantangan yang mengemuka adalah peningkatan arus impor barang konsumsi yang mengalir ke pasar domestik. Berdasarkan data terbaru, impor barang konsumsi di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 27,15 persen secara tahunan (year on year) pada kuartal kedua tahun 2026. Menanggapi situasi tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita secara tegas meminta agar kebijakan perlindungan terhadap industri dalam negeri terus diperkuat. Fokus perlindungan ini terutama diarahkan pada sektor industri penyedia bahan baku lokal agar dapat bertahan dan bersaing di pasar sendiri.

Kenaikan impor barang konsumsi yang mencapai angka 27,15 persen secara tahunan ini memberikan gambaran yang cukup kompleks bagi perekonomian nasional. Di satu sisi, peningkatan volume impor ini mencerminkan bahwa tingkat daya beli masyarakat Indonesia masih berada dalam kondisi yang kuat dan stabil. Namun, di sisi lain, lonjakan impor tersebut juga menjadi sinyal penting yang menunjukkan masih terbatasnya kapasitas industri nasional. Ketergantungan terhadap barang luar negeri ini memperlihatkan bahwa industri dalam negeri belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan bahan baku serta komponen tertentu yang diperlukan untuk menunjang aktivitas manufaktur domestik.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance
Baca Juga

Pemerintah Prioritaskan Ibu Hamil, Balita, dan Daerah 3T untuk Program Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Prioritaskan Ibu Hamil, Balita, dan Daerah 3T untuk Program Makan Bergizi Gratis

Meskipun kapasitas industri lokal masih menghadapi keterbatasan dalam penyediaan bahan baku dan komponen, kinerja sektor industri pengolahan nonmigas di tanah air secara umum menunjukkan capaian yang positif. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri pengolahan nonmigas berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,32 persen pada kuartal kedua tahun 2026. Pertumbuhan sektor ini bahkan tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan pada periode yang sama, yang tumbuh di angka 5,29 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan nonmigas tetap menjadi salah satu motor penggerak utama perekonomian nasional.

Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap struktur ekonomi nasional secara keseluruhan juga tercatat sangat signifikan. Pada kuartal kedua tahun 2026, industri pengolahan memberikan sumbangan terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan porsi mencapai 18,50 persen. Sektor manufaktur bahkan menempatkan dirinya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia dengan kontribusi mencapai 0,90 persen. Kendati demikian, kinerja pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal tersebut sedikit terhambat oleh sektor perdagangan luar negeri. Komponen net ekspor tercatat masih memberikan andil atau dampak negatif sebesar 0,78 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026.

Baca Juga

Dokter Puskesmas Pakisaji Dinonaktifkan Usai Cibir Pasien BPJS di Threads

Dokter Puskesmas Pakisaji Dinonaktifkan Usai Cibir Pasien BPJS di Threads

Untuk mengatasi berbagai tantangan struktural tersebut, termasuk menekan andil negatif dari komponen net ekspor dan ketergantungan bahan baku impor, pemerintah Indonesia mengambil langkah proaktif. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dipercepat adalah implementasi Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN). Dengan percepatan implementasi SBIN ini, pemerintah berharap kapasitas industri dalam negeri dapat terus ditingkatkan secara optimal. Langkah ini dirancang agar industri nasional semakin mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik secara mandiri, sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di kancah internasional guna mendorong peningkatan kinerja ekspor nasional di masa mendatang.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi NasionalKementerian PerindustrianKinerja IndustriKebijakan Impor

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Prioritaskan Ibu Hamil, Balita, dan Daerah 3T untuk Program Makan Bergizi GratisDokter Puskesmas Pakisaji Dinonaktifkan Usai Cibir Pasien BPJS di ThreadsPemeriksaan Don Ritto dan Saksi Swasta dalam Kasus TPPU Emas serta Uang Ratusan MiliarKomunikasi Pemerintah dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di Era DigitalDampak Etika Media Sosial Tenaga Medis dalam Kasus Komentar Ruang Jenazah RSUD RutengSinyal Baru, Investor Asing Mulai Borong Saham Bank BUMNKriteria dan Proses Pemilihan Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoCara Mempersiapkan Diri Menghadapi Rencana IPO Pelindo dan BUMN Lainnya

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap