Upaya untuk menekan angka kemiskinan terus menjadi salah satu fokus perhatian nasional di Indonesia. Dalam pidatonya di forum World Economic Forum (WEF) yang diselenggarakan di Davos, Swiss, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyoroti adanya penurunan tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia. Meskipun pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekonomi negara, batasan dan klasifikasi kelas ekonomi masyarakat tetap menjadi topik diskusi yang sangat relevan. Hal ini dikarenakan posisi seseorang dalam tangga ekonomi tidak hanya dinilai dari satu aspek saja, melainkan melibatkan berbagai indikator kesejahteraan yang saling berkaitan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara umum, kondisi ekonomi seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor yang kompleks. Faktor-faktor tersebut meliputi tingkat pendapatan, jumlah tanggungan dalam keluarga, biaya hidup, kepemilikan aset, jumlah utang, lokasi tempat tinggal, hingga tingkat akses terhadap layanan publik. Selain faktor-faktor tersebut, tingkat pendidikan juga memegang peranan yang sangat penting sebagai penentu arah mobilitas ekonomi. Pendidikan tinggi umumnya dapat membuka akses yang lebih besar bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan dan jenjang








