tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Indikator Finansial dan Ciri-Ciri Ekonomi Kelas Bawah

Sri NugrohoDiterbitkan 9 Agu 2026 - 22.35 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Indikator Finansial dan Ciri-Ciri Ekonomi Kelas Bawah
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Upaya untuk menekan angka kemiskinan terus menjadi salah satu fokus perhatian nasional di Indonesia. Dalam pidatonya di forum World Economic Forum (WEF) yang diselenggarakan di Davos, Swiss, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyoroti adanya penurunan tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia. Meskipun pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekonomi negara, batasan dan klasifikasi kelas ekonomi masyarakat tetap menjadi topik diskusi yang sangat relevan. Hal ini dikarenakan posisi seseorang dalam tangga ekonomi tidak hanya dinilai dari satu aspek saja, melainkan melibatkan berbagai indikator kesejahteraan yang saling berkaitan dalam kehidupan sehari-hari.

Secara umum, kondisi ekonomi seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor yang kompleks. Faktor-faktor tersebut meliputi tingkat pendapatan, jumlah tanggungan dalam keluarga, biaya hidup, kepemilikan aset, jumlah utang, lokasi tempat tinggal, hingga tingkat akses terhadap layanan publik. Selain faktor-faktor tersebut, tingkat pendidikan juga memegang peranan yang sangat penting sebagai penentu arah mobilitas ekonomi. Pendidikan tinggi umumnya dapat membuka akses yang lebih besar bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan dan jenjang karier yang lebih baik. Sebaliknya, mahalnya biaya kuliah di universitas serta terbatasnya akses terhadap pendidikan berkualitas sering kali menjadi hambatan besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan status ekonomi mereka.

Jenis pekerjaan yang ditekuni seseorang juga sering kali menjadi indikator utama untuk mengklasifikasikan kelas ekonomi mereka. Pekerjaan-pekerjaan tertentu seperti pelayan restoran, sopir truk, pegawai ritel, pekerja manufaktur, hingga petugas kebersihan umumnya memiliki tingkat pendapatan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan peran manajerial atau spesialis. Menurut penjelasan dari Nathan Brunner, CEO Salarship, seseorang dianggap berada di kelas menengah apabila mereka bekerja dalam posisi manajerial atau menempati posisi pekerjaan spesialis. Kendati demikian, klasifikasi ini tidak selalu mutlak karena kelompok profesional tertentu seperti guru, perawat, akuntan, hingga pekerja teknologi informasi dapat berada di kelompok ekonomi yang berbeda-beda. Perbedaan ini sangat bergantung pada tingkat senioritas, keahlian yang dimiliki, sertifikasi profesi, lokasi tempat mereka bekerja, serta tingkat penghasilan yang mereka terima.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Selain dari sektor pekerjaan dan pendapatan, pengeluaran rumah tangga juga menjadi cerminan nyata dari kondisi finansial seseorang. Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan pokok yang merepresentasikan porsi pengeluaran terbesar dalam anggaran belanja rumah tangga. Oleh sebab itu, adanya kesulitan dalam mendapatkan rumah atau tempat tinggal yang aman, nyaman, serta berada di lingkungan yang layak dapat menjadi salah satu indikator kuat adanya keterbatasan ekonomi. Ketika sebagian besar pendapatan habis dialokasikan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar akan tempat tinggal, ruang bagi rumah tangga tersebut untuk memenuhi kebutuhan penting lainnya menjadi sangat terbatas.

Kerentanan finansial juga dapat diukur dari kemampuan seseorang dalam mempersiapkan masa depan dan mengantisipasi situasi tidak terduga. Keberadaan tabungan jangka panjang, dana darurat, serta persiapan pensiun merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas keuangan. Namun, bagi masyarakat yang berada di kelas bawah, menyisihkan sebagian pendapatan untuk hal-hal tersebut sering kali menjadi tantangan yang sangat sulit. Ketiadaan dana darurat, tabungan jangka panjang, maupun persiapan masa pensiun ini menjadi tanda yang sangat jelas bahwa kondisi keuangan seseorang masih berada dalam posisi yang rentan terhadap guncangan ekonomi sekecil apa pun.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Tekanan ekonomi juga terlihat jelas dari bagaimana sebuah rumah tangga mengelola anggaran untuk kebutuhan non-primer atau non-esensial. Ketika seseorang harus membuat perencanaan anggaran secara sangat ketat untuk hal-hal seperti berlibur, makan di luar rumah, atau menikmati hiburan karena adanya keterbatasan dana, kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan ekonomi yang nyata. Keterbatasan ruang finansial ini memaksa mereka untuk terus memprioritaskan kebutuhan hidup yang paling mendasar demi menjaga kelangsungan hidup sehari-hari. Dengan memahami indikator-indikator keuangan ini, masyarakat dapat lebih mengenali ciri-ciri kondisi ekonomi kelas bawah serta faktor-faktor struktural yang memengaruhinya.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Karier

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap