PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA secara aktif menindaklanjuti arahan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) untuk menjalankan pembenahan fundamental serta mempercepat proses transformasi perusahaan demi menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
General Manager Corporate Secretary PT INKA (Persero), Bambang Sutrisno, menyampaikan bahwa perseroan berkomitmen penuh dalam melaksanakan perbaikan secara menyeluruh. Langkah transformasi tersebut difokuskan pada upaya membangun fundamental perusahaan yang lebih sehat, mewujudkan proses bisnis yang semakin efektif, serta meningkatkan kemampuan perseroan dalam menjalankan dan menuntaskan setiap proyek yang dipercayakan.
Pembenahan Operasional dan Disiplin Proyek
Pembenahan yang dijalankan INKA mencakup penguatan keterkaitan antartahapan operasional secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, pengelolaan kontrak kerja sama, pelaksanaan proyek di lapangan, alur proses produksi, hingga penyelesaian pekerjaan dan penyerahan produk akhir kepada para pelanggan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Menurut Bambang, penerapan disiplin dalam manajemen dan pengelolaan proyek merupakan faktor penting guna memperkuat kinerja perusahaan secara berkesinambungan. Pengelolaan proyek secara berdisiplin diarahkan untuk memastikan ketepatan jadwal penyelesaian, pengendalian biaya, mitigasi risiko yang matang, serta pemenuhan seluruh komitmen kepada para pelanggan.
Di samping itu, INKA secara intensif memperkuat proses produksi dan penerapan sistem kualitas demi menjamin setiap sarana yang dihasilkan memenuhi standar yang telah dipersyaratkan, khususnya pada aspek keselamatan dan keandalan operasional.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penguatan Likuiditas dan Ekosistem Industri Nasional
Selain fokus pada perbaikan operasional dan mutu produksi, INKA terus mengambil langkah strategis guna memperbaiki kondisi likuiditas serta memperkuat struktur keuangan perusahaan.
Seluruh rangkaian langkah transformasi ini juga diarahkan untuk menjaga sekaligus mengembangkan kapabilitas industri perkeretaapian nasional secara berkelanjutan. Upaya pengembangan tersebut meliputi penguatan kemampuan rekayasa (engineering) dan manufaktur, peningkatan kapasitas tenaga kerja terampil, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan ekosistem industri pendukung perkeretaapian di Indonesia.






