Perpustakaan MPR RI menghadirkan pendekatan baru dalam mendorong budaya membaca di lingkungan parlemen lewat lokakarya bertema unik. Kegiatan literasi kreatif bertajuk "Pilar Kebangsaan, Aroma Kedamaian: Meracik Harmoni Empat Pilar MPR RI melalui Aromaterapi" tersebut diselenggarakan langsung di Perpustakaan MPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Langkah ini dirancang untuk mengubah persepsi ruang perpustakaan agar tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, melainkan wadah interaktif yang memadukan edukasi kebangsaan dengan aktivitas kreatif. Sesi peracikan aromaterapi dalam agenda tersebut dipandu langsung oleh Gita Rinjani, seorang praktisi yang berprofesi sebagai perfumer, pendidik olfaktori, sekaligus konsultan desain aroma.
Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI Budi Muliawan menjelaskan bahwa inisiatif literasi kreatif menjadi strategi penting untuk meningkatkan keterlibatan pegawai dalam memanfaatkan seluruh fasilitas perpustakaan. Alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya tersebut menilai keberadaan perpustakaan parlemen memiliki fungsi dinamis yang dapat menunjang produktivitas kerja sehari-hari.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Transformasi Fungsi Ruang dan Akses Publik
Menurut Budi, sarana perpustakaan kini diposisikan sebagai ruang alternatif bagi para pegawai untuk bekerja secara fleksibel, berdiskusi, hingga menggelar rapat dinas. Selain fasilitas kerja internal, pengelola juga melengkapi perpustakaan dengan ruang khusus anak-anak guna menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini bagi keluarga pegawai yang berkunjung.
Optimalisasi ruang baca ini berjalan beriringan dengan keterbukaan akses bagi masyarakat luas. Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI secara berkala terus menerima kunjungan edukasi dari kelompok pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin mengakses koleksi literatur kebangsaan serta fasilitas parlemen.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kegiatan literasi kreatif peracikan aroma tersebut dihadiri oleh Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, Pustakawan Ahli Madya Yusniar, Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Susan Andriyani, serta diikuti oleh sekitar 50 pegawai sebagai peserta aktif.






