Bagaimana publik bisa mengakses informasi resmi dari PT Pertamina (Persero) dengan lebih mudah, cepat, dan aman di tengah derasnya arus informasi digital saat ini? Pertanyaan ini menjadi sangat relevan bagi masyarakat yang membutuhkan kejelasan informasi mengenai layanan energi nasional. Sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, Pertamina kini menghadirkan terobosan baru dengan menyatukan berbagai saluran komunikasinya agar masyarakat tidak perlu bingung mencari informasi yang valid.
Apa sebenarnya program terbaru yang diluncurkan oleh Pertamina untuk meningkatkan keterbukaan informasi?
PT Pertamina (Persero) secara resmi telah meluncurkan program Integrasi Layanan Informasi Publik. Peresmian program berskala nasional ini diselenggarakan secara langsung di Grha Pertamina Jakarta pada hari Jumat, tanggal 7 Agustus 2026. Melalui inisiatif ini, seluruh sistem pengelolaan informasi yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri kini diselaraskan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih terpadu dan efisien.
Siapa saja tokoh kunci yang meresmikan program integrasi layanan informasi publik ini?
Peluncuran sistem integrasi informasi ini dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, bersama dengan Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron. Selain jajaran manajemen Pertamina, acara penting ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Handoko Agung Saputro, serta Ketua Bidang Strategi Dan Riset KIP Joemarthine Chandra. Kehadiran para pimpinan dari Komisi Informasi Pusat ini mempertegas komitmen Pertamina terhadap keterbukaan informasi publik.
Bagaimana tanggapan dari Komisi Informasi Pusat mengenai langkah integrasi yang diambil Pertamina?
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), Handoko Agung Saputro, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada pihak Pertamina atas komitmen nyata mereka. Menurut Handoko, inisiatif ini tidak hanya menunjukkan keseriusan BUMN tersebut dalam memperkuat transparansi kepada publik, melainkan juga secara nyata meningkatkan kualitas layanan publik secara keseluruhan. KIP memandang integrasi ini sebagai preseden baik bagi pengelolaan informasi di lingkungan badan usaha milik negara.
Apa tujuan strategis dari dilaksanakannya integrasi layanan informasi publik ini?
Tujuan utama yang ingin dicapai oleh Pertamina melalui integrasi ini adalah membangun dan memperkuat kepercayaan publik. Dengan membuka akses ke kanal-kanal informasi resmi Pertamina secara lebih mudah, perusahaan berupaya untuk menjaga akurasi serta keamanan setiap informasi yang disampaikan ke publik. Selain itu, integrasi ini juga dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan masukan konstruktif bagi perusahaan.
Kanal komunikasi apa saja milik Pertamina yang kini telah resmi terintegrasi?
Dengan mengusung semangat kebersamaan 'One Team, One Goal', Pertamina mengintegrasikan seluruh kanal informasi resminya. Kanal-kanal yang kini telah saling terhubung tersebut meliputi layanan panggilan suara Voice 135, surat elektronik (Email), media sosial resmi perusahaan, saluran pesan Whatsapp, situs web resmi, platform E-PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), hingga platform pengaduan nasional Sp4n Lapor. Penyatuan ini memastikan bahwa setiap pertanyaan atau aduan masyarakat akan ditangani secara seragam dan terpadu.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Bagaimana kesiapan internal Pertamina dalam mengelola dan menjaga kualitas sistem informasi yang terintegrasi ini?
Untuk memastikan sistem integrasi ini berjalan optimal dan konsisten, Pertamina memperkuat kompetensi para pengelola informasinya melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek). Program bimbingan teknis ini diselenggarakan secara menyeluruh dengan melibatkan unit pengelola informasi dari tingkat Holding, Subholding, hingga seluruh Anak Perusahaan. Dengan demikian, kualitas pelayanan di seluruh lini grup Pertamina dapat terjaga dengan standar yang sama tinggi.
Melalui sarana apa saja Pertamina Group terus meningkatkan kualitas layanan informasi mereka kepada masyarakat luas?
Pertamina Group secara berkelanjutan meningkatkan kualitas layanan informasinya melalui penyediaan berbagai sarana komunikasi yang mudah dijangkau. Masyarakat dapat mengakses informasi tersebut melalui situs web PPID, aplikasi seluler resmi, surat elektronik (email), layanan suara (voice), hingga penyediaan ruang layanan informasi fisik bagi masyarakat yang membutuhkan interaksi langsung. Keberagaman sarana ini dirancang untuk memastikan seluruh kebutuhan informasi publik dapat terpenuhi dengan baik dan akurat.






