Forum InterSystems Asia READY 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, mempertemukan para pemimpin industri kesehatan, praktisi klinis, pemimpin kesehatan digital, serta pakar teknologi. Mengusung tema "Are You READY for the Future?", pertemuan ini berfokus pada urgensi kesiapan infrastruktur data medis dalam menghadapi adopsi kecerdasan buatan (AI) yang kian masif di kawasan Asia.
Dalam forum tersebut, InterSystems menegaskan tiga pilar utama yang menjadi prioritas transformasi digital sektor kesehatan: membangun fondasi data yang terpercaya, memperkuat interoperabilitas antar-sistem, serta mengimplementasikan teknologi AI untuk merespons kebutuhan nyata fasilitas pelayanan kesehatan.
Mengatasi Fragmentasi Data Medis
Tantangan terbesar yang dihadapi institusi medis saat ini adalah penyebaran data yang terfragmentasi. Informasi penting pasien sering kali terisolasi di berbagai sistem terpisah, seperti rekam medis elektronik (electronic health records), data laboratorium, arsip pencitraan medis, hingga perangkat pemantau kesehatan yang terhubung.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kondisi data yang terkotak-kotak tersebut menyulitkan tenaga medis untuk memperoleh gambaran kondisi klinis pasien secara utuh dan terpadu. Tanpa integrasi yang solid, proses analisis data riwayat kesehatan menjadi lebih lambat dan rentan terhadap inkonsistensi informasi.
Interoperabilitas sistem diposisikan sebagai tulang punggung integrasi data. Ketika berbagai sumber data berhasil dihubungkan, penyedia layanan kesehatan dapat mengoptimalkan koordinasi perawatan, mempercepat pengambilan keputusan klinis berbasis bukti, sekaligus mendongkrak efisiensi operasional harian rumah sakit.
Implementasi AI dan Integrasi Klaim Asuransi
Integrasi data yang matang menjadi syarat mutlak sebelum teknologi kecerdasan buatan dapat diterapkan secara efektif. Pemanfaatan AI dalam ekosistem kesehatan diarahkan langsung untuk memangkas beban administratif tenaga medis, mempercepat pencarian data rekam jejak pasien, dan menyempurnakan alur kerja di fasilitas kesehatan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Implementasi nyata integrasi ini telah berjalan di Thailand melalui kemitraan antara InterSystems dan DataOne. Kolaborasi kedua pihak menghasilkan pengembangan AI-ready data bridge yang menghubungkan sistem informasi rumah sakit secara langsung dengan perusahaan asuransi.
Jembatan data tersebut dirancang untuk memfasilitasi interoperabilitas data kesehatan sekaligus mengotomatisasi proses klaim elektronik (electronic claims). Langkah ini memangkas hambatan birokrasi verifikasi dokumen antara pihak penyedia layanan medis dan penjamin pembiayaan.






