Fluktuasi aset kripto tidak semata-mata dipicu oleh grafik pergerakan harga jangka pendek. Pelaku pasar dan investor aset digital diimbau untuk lebih cermat membaca indikator ekonomi makro serta struktur volume transaksi perdagangan yang melatarbelakangi pergerakan pasar.
Penurunan harga sempat mewarnai sejumlah aset utama. Berdasarkan data CoinMarketCap per 11 September 2026 pagi, Bitcoin diperdagangkan di kisaran 76.695 dolar AS, mencatatkan pelemahan 1,88 persen dalam kurun 24 jam dan terkoreksi hingga 5 persen dalam sepekan. Pada waktu yang sama, Ethereum berada di sekitar 2.452 dolar AS, turun 0,51 persen harian dan melemah 2,16 persen dalam rentang tujuh hari.
Platform perdagangan aset kripto Bittime menilai bahwa faktor-faktor fundamental seperti data inflasi, laporan ketenagakerjaan, serta arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) menjadi pendorong utama ekspektasi pasar terhadap tingkat suku bunga. Ekspektasi suku bunga tersebut kemudian berdampak langsung pada likuiditas dan pergerakan aset berisiko.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Keterkaitan antara kebijakan moneter dan aset kripto sejalan dengan temuan International Monetary Fund (IMF). Dalam laporan riset tahun 2023 berjudul The Crypto Cycle and US Monetary Policy, IMF memaparkan bahwa kebijakan moneter Amerika Serikat memengaruhi dinamika pasar kripto lewat pergeseran selera risiko (risk appetite) para pemodal. Riset tersebut turut menggarisbawahi bahwa korelasi antara pasar kripto dan pasar saham global semakin menguat seiring bertambah besarnya keterlibatan investor institusional.
Dominasi Pasar Derivatif dan Risiko Leverage
Selain faktor makroekonomi global, struktur transaksi di bursa kripto menjadi elemen krusial yang perlu diperhatikan investor. Laporan CoinMarketCap August Exchange Monthly Report menunjukkan total volume transaksi spot dan derivatif di 11 bursa terkemuka menembus sekitar 4,23 triliun dolar AS pada Agustus 2026, meningkat 12,3 persen dibanding bulan Juli 2026.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dari total aktivitas transaksi tersebut, pasar derivatif mendominasi secara signifikan dengan porsi mencapai 86,2 persen atau setara 3,65 triliun dolar AS. Angka volume derivatif ini mencapai sekitar 6,25 kali lipat lebih besar dibandingkan pasar spot yang hanya menyumbang 13,8 persen.
Tingginya dominasi instrumen derivatif membawa konsekuensi volatilitas yang lebih tajam. Transaksi pada kontrak berjangka (futures), terutama yang memanfaatkan fasilitas leverage, memiliki tingkat risiko kerugian yang jauh lebih tinggi ketika terjadi pergeseran harga mendadak di pasar.






