TANGERANG — Gelaran BNI WondrX 2026 di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (22/8/2026), menjadi ruang diskusi mengenai pengelolaan keuangan di tengah dinamika pasar keuangan. Dalam sesi diskusi bertajuk "From Zero to Portfolio: Membangun Kebiasaan Investasi di Tengah Ekonomi yang Menantang" yang diselenggarakan PT BNI Sekuritas, investor sekaligus kreator Theo Derick membagikan panduan fundamental bagi para pemula yang hendak menyusun portofolio investasi.
Theo menekankan bahwa langkah awal yang paling krusial bagi pemula adalah menetapkan tujuan investasi secara jelas, bukan langsung terpaku pada instrumen produknya. Kejelasan tujuan tersebut berfungsi menentukan jangka waktu penempatan modal sekaligus batas toleransi risiko yang realistis. Kebutuhan dana darurat, biaya pernikahan, hingga rencana pensiun memiliki horizon waktu yang berbeda-beda sehingga tidak dapat diperlakukan sama.
Dalam keterangannya pada Senin (24/8/2026), Theo memperingatkan bahwa pemula yang langsung berpindah ke pemilihan instrumen tanpa dasar tujuan yang jelas rentan terjebak tren sesaat yang tidak selaras dengan kondisi finansial pribadi.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pentingnya pemahaman fondasi investasi ini sejalan dengan lonjakan jumlah partisipan di pasar modal domestik. Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 7 Agustus 2026 mencatat jumlah investor telah mencapai 30,30 juta Single Investor Identification (SID). Angka tersebut memperlihatkan penambahan sebanyak 9,9 juta investor jika dibandingkan dengan catatan pada akhir 2025.
Menanggapi tren tersebut, Head of Retail Brokerage BNI Sekuritas Rohma Fitri Murniawati menyampaikan bahwa akselerasi pertumbuhan jumlah investor harus diimbangi dengan penguatan literasi pasar modal secara konsisten.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Pertumbuhan basis investor ini berlangsung bersamaan dengan pergerakan positif di pasar saham. Pada rentang perdagangan 18–21 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,93 persen ke posisi 6.525,69. Likuiditas transaksi harian juga melonjak 47,90 persen menjadi rata-rata 50,30 miliar saham. Selain itu, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp548,6 miliar, berbalik arah dibandingkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,58 triliun pada pekan sebelumnya.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari mengamati bahwa penguatan teknikal, penambahan likuiditas, serta aliran modal asing yang masuk kembali menjadi faktor pendorong penguatan IHSG. Kendati tren pergerakan positif, Brigita mengingatkan bahwa ruang kenaikan indeks dalam jangka pendek mulai terbatas setelah mengalami reli penguatan, sehingga potensi aksi ambil untung (profit taking) tetap perlu diantisipasi oleh para investor.






