Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings memproyeksikan laju pertumbuhan kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sepanjang 2026 berpotensi melampaui perkiraan awal. Prospek positif ini didukung oleh ekspansi pembiayaan yang tetap solid serta perbaikan kualitas portofolio di berbagai lini bisnis perseroan.
Manajemen BRI sendiri telah merevisi naik panduan pertumbuhan kredit tahun 2026 menjadi 8% hingga 10%, dari target sebelumnya di kisaran 7% hingga 9%. Sepanjang semester I-2026, penyaluran kredit BRI tercatat melonjak 16,2% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut berada jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional yang mencatatkan pertumbuhan 12,7% pada periode yang sama.
Pendorong Kredit Korporasi dan Pemulihan Segmen Mikro
Pendorong utama laju ekspansi pembiayaan BRI pada paruh pertama tahun ini berasal dari segmen korporasi yang melonjak 47,1%. Mayoritas kredit korporasi tersebut dialokasikan kepada badan usaha milik negara (BUMN). Di sisi lain, porsi pembiayaan ke sektor swasta juga terus meningkat dan kini mencakup 57% dari total portofolio kredit korporasi BRI.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kabar baik lainnya datang dari segmen mikro yang kembali mencatatkan pertumbuhan setelah sempat mengalami penurunan pada beberapa kuartal sebelumnya. Perbaikan ini tercapai setelah manajemen memperketat proses analisis kelayakan (underwriting) dan mempercepat penghapusbukuan (write-off) kredit bermasalah.
Langkah mitigasi risiko di segmen mikro diperkuat melalui serangkaian tindakan operasional, antara lain:
- Inspeksi langsung ke lokasi usaha nasabah (on-site inspection).
- Penerapan model petugas khusus (specialized officer model) di seluruh siklus kredit.
- Penguatan proses penagihan langsung di lapangan.
Upaya pengetatan tersebut membuahkan hasil nyata pada profil risiko perseroan. Rasio kredit berisiko (loans at risk/LAR) BRI berhasil ditekan ke posisi 9,1% per akhir Juni 2026, membaik dari 9,6% pada penutupan tahun 2025.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Ketahanan Modal dan Afirmasi Peringkat BBB
Efisiensi operasional BRI turut mencatat tren positif, tecermin dari rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio) yang membaik menjadi 43,7% pada akhir Juni 2026 dibandingkan 47,9% pada 2025. Dari sisi ketahanan neraca, rasio kecukupan modal Tier 1 BRI berada di level yang sangat kuat, yakni 20,4%.
Atas dasar stabilitas permodalan dan tren kinerja operasional tersebut, S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang jangka panjang dan jangka pendek BRI di level BBB dan A-2 dengan outlook stabil. Peringkat ini setara dengan peringkat utang kedaulatan Republik Indonesia (BBB/Stable/A-2), setelah sebelumnya dinaikkan dari posisi BBB-/Stable/A-3 pada 18 Januari 2024.






