PT Brantas Abipraya (Persero) merealisasikan langkah restrukturisasi internal dengan menggabungkan entitas anak usahanya ke dalam PT Graha Investama Bersama (GIB). Aksi korporasi ini menyasar penataan lini anak usaha di bawah naungan PT Brantas Energi guna memperkuat efisiensi dan struktur bisnis perseroan.
Penggabungan tersebut melibatkan PT Buana Enjiniring Konsultan (BEK) dan PT Guna Rogate Indah (GRI) yang secara resmi melebur ke dalam GIB. Keputusan integrasi disepakati melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menetapkan GIB sebagai entitas penerima penggabungan.
Penataan Struktur dan Pengalihan Aset
Dalam forum RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui Rancangan Penggabungan, konsep Akta Penggabungan, serta perubahan Anggaran Dasar GIB. Seiring berlakunya penggabungan sesuai peraturan perundang-undangan, seluruh aktiva dan pasiva milik BEK serta GRI beralih demi hukum kepada GIB. Bersamaan dengan proses tersebut, status badan hukum BEK dan GRI resmi berakhir demi hukum.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Aksi merger ini turut memperkokoh permodalan entitas penerima. Pascapenggabungan, modal ditempatkan dan disetor GIB tercatat meningkat dari semula Rp163,94 miliar menjadi Rp194,20 miliar.
Selaras dengan Arahan Transformasi
Langkah perampingan atau streamlining anak usaha yang ditempuh manajemen PT Brantas Abipraya (Persero), termasuk jajaran seperti Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal Purnomo serta Sekretaris Perusahaan Dian Sovana, merupakan bagian dari keselarasan terhadap peta transformasi BUMN. Agenda ini sejalan dengan arahan transformasi yang ditetapkan BP BUMN dan BPI Danantara.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Penataan portofolio tersebut juga memperkuat arahan COO Danantara Indonesia Dony Oskaria dalam pertemuan pada 2 September 2026 yang menekankan pentingnya penataan struktur serta penajaman fokus bisnis.
Melengkapi tuntasnya integrasi usaha, RUPSLB menetapkan susunan manajemen baru GIB yang mulai berlaku efektif pada 4 September 2026. Dalam struktur kepengurusan tersebut, Satria Gunawan ditunjuk sebagai Komisaris dan Joko Widiyantoro dipercaya menjabat sebagai Direktur.






