tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Investasi

Jika Bunga The Fed Akhir Tahun Naik, Ini Efeknya ke IHSG dan Rupiah

Fitri LimbongDiterbitkan 10 Sep 2026 - 02.06 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Jika Bunga The Fed Akhir Tahun Naik, Ini Efeknya ke IHSG dan Rupiah
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Prospek kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) membayangi arah pergerakan pasar keuangan domestik hingga akhir 2026. Pelaku pasar memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 hingga 50 basis poin (bps) di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi, yang secara langsung memengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Dalam perhitungan Recapital Asset Management, arah pergerakan IHSG berada pada rentang yang cukup lebar tergantung respons kebijakan moneter global dan domestik. Pada skenario terbaik, IHSG diproyeksikan mampu mencapai rentang level 7.000 hingga 7.300. Sebaliknya, jika tekanan eksternal memburuk, skenario negatif membuka ruang penurunan indeks saham hingga ke level 6.000. Realisasi target tersebut sangat ditentukan oleh keputusan suku bunga The Fed, respons BI-Rate, serta ketahanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Dorongan Data Makroekonomi AS

Ekspektasi pengetatan moneter lanjutan tidak lepas dari rilis indikator ekonomi di Amerika Serikat. Direktur Utama Recapital Asset Management, Nurdiaz Alvin Pattisahusiwa, menyatakan bahwa prospek kenaikan Fed Funds Rate (FFR) ditopang oleh data makroekonomi AS yang masih solid. Salah satunya adalah data ketenagakerjaan non-farm payroll (NFP) yang tetap kuat, dipadukan dengan tren inflasi AS yang masih bertahan di level tinggi.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kombinasi data ketenagakerjaan yang kuat dan inflasi yang belum melandai sepenuhnya memperkuat sinyal bahwa era suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dari perkiraan awal pasar.

Imbas ke SBN, BI-Rate, dan Reksa Dana

Tekanan kebijakan moneter global juga berdampak pada instrumen surat berharga dan pasar obligasi. Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) bertenor 10 tahun diproyeksikan berada di level 7,2%, dengan rentang pergerakan antara 6,7% hingga 7,8%. Di ranah domestik, Bank Indonesia diperkirakan masih akan menahan posisi BI-Rate hingga akhir tahun 2026, meski langkah tersebut akan terus disesuaikan dengan dinamika suku bunga The Fed dan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Lingkungan suku bunga tinggi (higher for longer) ini turut mengubah lanskap kinerja portofolio investasi, khususnya pada industri reksa dana. Reksa dana pendapatan tetap (RDPT) berpeluang membukukan potensi imbal hasil yang cukup positif dengan posisi yield SBN 10 tahun di level 7,1% hingga 7,2%. Sementara itu, kinerja reksa dana kelas aset saham akan sangat bergantung pada volatilitas dan tren pergerakan IHSG.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IHSGRupiahthe fedBI Rate

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap